REKTOR UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November di depan Kantor Manajemen UNAIR yang diikuti sivitas akademika pada Sabtu (10/11). (Foto: Feri Fenoria)
REKTOR UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November di depan Kantor Manajemen UNAIR yang diikuti sivitas akademika pada Sabtu (10/11). (Foto: Feri Fenoria)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November kembali digelar Universitas Airlangga pada tahun 2018 pada Sabtu (10/11). Bagi UNAIR, tanggal itu tidak hanya bermakna nasionalisme yang membawa renungan bagi segenap bangsa untuk meneladani kepahlawan para pendahulu.

Namun, tanggal itu juga sangat bersejarah bagi UNAIR. Mengingat, pada 64 tahun lalu, tepatnya 10 November, UNAIR resmi lahir sebagai perguruan tinggi ketiga Indonesia setelah Universitas Negeri Indonesia dan Universitas Negeri Gadjah Mada. Diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan saat itu Prof. Muhammad Yamin.

Dalam upacara peringatan itu, Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., mengingatkan kembali nilai-nilai kesejarahan tersebut. Peristiwa 10 November yang terjadi pada masa dulu harus dijadikan renungan bagi segenap masyarakat Indonesia. Tepatnya mengambil nilai-nilai kepahlawanan itu untuk diimplementasikan pada nilai kontekstual saat ini.

”Mengingat tidak hanya mengingat. Tapi harus mampu mengambil hikmah dari kesejarahan itu,” ujarnya.

Menurut Prof Nasih, nilai kesejarahan sangat penting dijadikan kekuatan melakukan hal yang baik. Tepatnya dalam upaya bersama membangun dan memajukan Indonesia.

”Tanpa itu (nilai-nilai sejarah, Red), mengingat dan mempelajarinya, tidak bisa membangun kekuatan untuk melakukan sesuatu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu pula, Prof Nasih memberikan apresiasi kepada segenap sivitas akademika UNAIR yang hadir dalam upacara peringatan tersebut. Menurut dia, meski sepele, hal itu menunjukkan bahwa penghargaan terhadap para pahlawan tetap terpupuk dan terjaga. Mengingat, kemajuan sosial budaya masyarakat yang saat ini terus mengalami perubahan.

”Saya berikan apresiasi, kepada seluruh peserta yang hadir dalam upacara peringatan hari ini,” ucapnya.

Di sisi lain, dalam kesempatan itu pula, Prof Nasih mengingatkan kepada sivitas akademika UNAIR atas pentingnya semangat kebersamaan dalam memajukan universitas. Hal itu menjadi bagian dari amanat kepahlawanan para pendahulu untuk meneruskan perjuangan untuk memajukan Indonesia.

Perlu diketahui, pada hari itu pula, turut digelar serangkaian peringatan ulang tahun ke-64 UNAIR. Upacara peringatan Hari Pahlawan di depan Kantor Manajemen UNAIR, Kampus C, membuka agenda hari itu. Kegiatan dilanjutkan dengan sidang universitas di Ruang Garuda Mukti, Lantai 5, Kantor Manajemen UNAIR, Kampus C.

Hadir dalam sidang itu sejumlah tokoh public Indonesia. Di antaranya, Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H, M.H dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman. Agenda terakhirnya adalah tasyakuran Ulang Tahun Ke-64 UNAIR di lantai 1, Kantor Manajemen UNAIR. Dalam acara itu, turut diumumkan sejumlah pemenang perlombaan di lingkungan sivitas akademika UNAIR. (*)

 

Penulis: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone