Pengambilan sampah oleh peserta dosen magang dalam acara pengabdian masyarakat yang diadakan PIPS UNAIR. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dalam melakukan pengabdian, sering kali ada hal menarik yang bisa dituangkan lewat cerita. Tak terkecuali, cerita Pengabdian Masyarakat Dosen Magang DIKTI Universitas Airlangga di Ekowisata Mangrove Wonorejo dan Bank Sampah Gunung Anyar Surabaya pada (23/10).

Untuk mengetahuinya, Kali ini tim UNAIR NEWS berhasil menemui Yuni Sari Amalia, S.S., M.A., Ph.D, Ketua Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi (PIPS) Universitas Airlangga untuk menggali lebih dalam kisah seputar kegiatan pengmas tersebut.

Dalam ceritanya, Yuni mengatakan, sudah 14 tahun lamanya kegiatan dosen magang diselenggarakan di Universitas Airlangga. Kegiatan itu dilakukan untuk memberikan bekal dosen muda agar bisa memiliki filosofi dan kompetensi dalam menghadapi tantangan, tradisi keilmuan, dan teknologi yang terkini.

Foto bersama pengabdian masyarakat dosen magang Ristek-Dikti Universitas Airlangga di Ekowisata Mangrove Wonorejo dan Bank Sampah Gunung Anyar (Foto: Istimewa)

“Itu adalah amanah terbesar PIPS dalam memberikan program (magang, Red) yang melingkupi ilmu tentang ke-UNAIR-an serta E-Learning. Dan tak lupa, kami mengajak mereka untuk mengadakan pengmas yang saat ini sudah menginjak tahun kedua,” terang dosen Bahasa dan Sastra Inggris tersebut.

Di tahun kedua, pengmas ditekankan untuk melanjutkan kegiatan di tahun sebelumnya, yakni tentang penanganan dan pengelolaan sampah. Untuk itu, pengmas tersebut mengadakan bersih sampah, penanaman mangrove, dan pengelolaan bank sampah.

“Kami melakukannya lebih pada bentuk upaya pemecahan masalah, karena tidak mungkin kita bisa menyelesaikan permasalahan sampah secara langsung, karenanya kami menanam mangrove dan mengolah sampah,” paparnya.

Di acara tersebut, Yuni menuturkan, setiap dosen magang diberi tugas untuk membuat vlog di media sosial, berisikan pesan dan kesan selama kegiatan, dan memasukkannya ke web PIPS berisi gerakan kepedulian lingkungan untuk mengurangi sampah.

Di akhir wawancara, Yuni berharap agar pengabdian dosen magang yang dilakukan oleh PIPS UNAIR dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap lingkungan dengan cara meminimalisir sampah. Tujuannya, agar masyarakat dapat saling menginspirasi dan merasa bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitar. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone