PPKK UNAIR Adakan Career Talk terkait Peluang Karir di Bidang Kesehatan

UNAIR NEWS – Kemajuan teknologi dan perkembangan informasi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap peradaban. Khususnya pada ketersediaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Terlebih, saat ini pemerintah mengadakan program jaminan kesehatan nasional yang telah memengaruhi pelayanan kesehatan di Indonesia. Karena itu, PPKK UNAIR mengadakan career talk bersama Dr. Ernawati drg., M.Kes pada Selasa (6/11) di Aula Parlinah Perpustakaan Kampus B UNAIR. Kegiatan tersebut bertujuan membuka wawasan alumni maupun mahasiswa UNAIR terkait peluang pekerjaan di bidang kesehatan.

Dalam acara tersebut, Dr. Ernawati, drg., M.Kes, yang juga Ketua PLK (Pusat Layanan Kesehatan) UNAIR menjelaskan bahwa peluang pekerjaan di bidang kesehatan modern ini semakin terbuka lebar. Tidak hanya untuk tenaga kesehatan baik medis maupun non-medis, tapi juga untuk alumni non-kesehatan.

”Ada satu contoh. Ada wakil direktur di sebuah rumah sakit di Surabaya ini yang berasal dari program studi ekonomi bukan dari kesehatan. Namun tentu untuk bagian keuangan,” ucap alumnus FKM UNAIR itu.

Selain itu, dalam sesi tanya jawab, terdapat beberapa mahasiswa yang masih memiiliki kebimbangan dalam memilih karir yang sesuai dengan passion maupun bidang studi yang digeluti. Tentu hal tersebut banyak yang terjadi kepada alumni maupun mahasiswa UNAIR. Karena itu, UNAIR NEWS berhasil merangkum Q&A (Questions and Answers) bersama Dr. Erna.

Bagaimana cara untuk menemukan jati diri dan profesi yang diminati mahasiswa?

Dr. Erna berpendapat bahwa akan lebih baik ketika sebelum duduk di bangku perkuliahan, calon mahasiswa mengetahui pekerjaan seperti apa yang dia inginkan. Namun, bila sudah telanjur masuk ke suatu bidang dan tidak mendapat kesempatan untuk pindah jurusan, Dr. Erna menyarankan untuk menjalani perkuliahan tersebut terlebih dahulu.

”Berjalannya waktu, mahasiswa akan menemukan ke mana mereka akan bekerja,” ucapnya.

Selain itu, Dr. Erna menyarankan, selagi masih muda, mahasiswa diharapkan untuk lebih banyak bergaul, belajar, dan mencoba. Hal tersebut perlu untuk mengetahui bidang apa yang lebih cocok untuk mahasiswa.

”Jika kita hanya fokus pada pelajaran yang diberikan dosen ketika kelas, kita akan terlambat menyadari untuk tahu bidang apa yang kita sukai. Semakin dini kita belajar, semakin cepat kita dapat menemukan hal yang cocok dengan kita,” jelasnya.

Bagaimana bila mahasiswa bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari?

Modern ini, banyak sekali mahasiswa yang bekerja tidak sesuai dengan gelar yang diterimanya. Menurut Dr. Erna, hal tersebut tidak masalah. Hal yang paling penting adalah bahwa pekerjaan yang dijalani tersebut tidak merugikan dan bermanfaat untuk orang lain.

”Tidak masalah. Asal dia bahagia, no problem. Asal tidak merugikan orang lain dan yang paling penting dapat memberikan manfaat untuk orang sekitar,” ungkap Dr. Erna.

Pesan untuk mahasiswa Universitas Airlangga

Hal yang paling penting ketika melamar kerja adalah pengalaman. Karena itu, sebelum menyelesaikan perkuliahan. Dr. Erna berpesan kepada mahasiswa untuk lebih banyak meng-explore diri.

Pertama, belajar sebanyak mungkin. Tidak hanya belajar materi yang diberikan oleh dosen. Sebab, dengan begitu dapat membuka wawasan mahasiswa dan membantu mahasiswa untuk menemukan jati diri. Kedua, mengembangkan networking. Dan, ketiga adalah life-long learning.

”Setiap peristiwa yang kamu lalui, kamu harus berjanji untuk learn something. Baik itu belajar dari orang yang kamu temui maupun dari lingkungan sekitar dan segala peristiwa yang terjadi di kehidupanmu,” pungkasnya. (*)

 

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Feri Fenoria