Brigade pyramid Komunitas Cheerleading pada saat gelaran Bradanaya FIB UNAIR Tahun 2018. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Cheerleader atau pemandu sorak adalah gerakan yang memadukan senam, tari, akrobatik dan dibarengi sorakan. Biasanya, mereka dibutuhkan untuk mendukung tim yang sedang bertanding dalam suatu pertandingan.

Beberapa gerakan cheerleader biasanya tergolong ekstrem. Ada sebuah gerakan dimana seseorang berdiri lalu dilemparkan ke udara. Dalam melakukan gerakan tersebut, tentu dibutuhkan latihan dan keahlian khusus.

Kali ini UNAIR NEWS berkesempatan menemui Puma Maulana Suryawijaya, ketua Komunitas Cheerleading, untuk menggali lebih dalam apa itu Cheerleading UNAIR.

Awal Mula Pembentukan

Sejak 23 November 2017, Komunitas Cheerleading sudah terbentuk. Dan baru pada Bulan Mei Komunitas Cheerleading resmi menjadi bagian komunitas di FIB.

Pada mulanya, anggota Cheerleading terdiri dari 5 orang. kemudian membuka pendaftaran mahasiswa FIB untuk bergabung. Namun karena antusiasme yang kurang, maka Cheerleading membuka jangkauan anggota yang lebih luas, yakni seluruh mahasiswa UNAIR.

Sampai saat ini, Komunitas Cheerleading mempunyai 20 anggota yang berasal dari berbagai fakultas di UNAIR.

Puma mengatakan, Cheerleading dibentuk untuk mewadahi mahasiswa UNAIR yang berminat dalam dunia Cheerleader. Serta, bagi mereka yang ingin melanjutkan latihan sejak SMA.

“Kita buka untuk seluruh mahasiswa UNAIR, supaya mereka (yang berpengalaman, Red) juga dapat berlatih kembali saat duduk di bangku perkuliahan,” terang mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris itu.

Gerakan yang Unik

Menurut Puma, Cheerleading mempunyai perbedaan antara tari tradisional dan modern. Karena Cheerleading merupakan olahraga dengan koreografi serta seni. Jadi diperlukan fisik yang kuat serta daya kreasi yang tinggi.

Bermacam gaya seperti stunt, pyramid, jumping, tumbling (salto, Red), dan arm motion menjadi bagian dari Cheerleading.

Stunt adalah formasi yang membentuk sebuah aksi dari 1 flyer dan empat base yang terdiri dari lima orang dalam satu kelompok. Empat base yang terdiri dari lima orang dalam satu kelompok. Pyramid ialah kumpulan beberapa stunt yang saling bergandengan.

Jumping adalah gerakan lompatan sebagai variasi dalam cheerleading. Sementara arm motion adalah gerakan tangan yang dilakukan ketika yelling.

Harapan Kedepan

Sebagai komunitas yang baru dirintis, Puma mengatakan keinginannya agar Cheerleading dapat menjadi komunitas besar dan dikenal, serta didukung semua pihak agar dapat mengharumkan nama UNAIR.

“Kejuaran terbesar kami adalah event tingkat nasional. Jika mendapat peringkat lima besar, maka kami akan berkesempatan untuk mengikuti kejuaran tingkat Asia bahkan dunia,” terangnya.

Sementara itu, ditemui disela-sela kesibukannya, Wakil Dekan 1 FIB Puji Karyanto, S.S., M.Hum., mengatakan, ia turut mendukung kegiatan yang ada di FIB, tak terkecuali Komunitas Cheerleading.

“Kita sudah berkomitmen untuk mewadahi setiap kegiatan ekspresi mahasiswa. Terlebih FIB juga sudah menetapkan salah satu branding yang menonjol soal urban cultural studies. Jadi kita fokuskan di sana,” pungkasnya dalam wawancara. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone