Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Dr. Slamet, MHP, melakukan pemukulan gong sebagai peresmian acara secara simbolis. (Foto: Zanna Afia Deswari)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga mengadakan simposium internasional betajuk 1st  Surabaya Conference in Stem Cell and Biomedical Sciences pada Sabtu (3/11). Bertempat di Aula Garuda Mukti, Universitas Airlangga, acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, maupun praktisi.

Selain itu, hadir pula beberapa perwakilan undangan. Di antaranya, perwakilan kementerian kesehatan RI, perwakilan rektor UNAIR, direktur utama RSUD Dokter Soetomo, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Dr. Purwati, dr.,Sp.PD-KPTI.FINASIM, selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan di dalam simposium ini tidak hanya membahas tentang fisik stemcell. Melainkan juga dari sisi regulasi terkait pengaplikasian sel punca di Indonesia.

Selain itu, tujun lain dari simposium ini antara lain, meningkatkan pemahaman tentang aplikasi dari sel punca dan ilmu biomedis, dan meningkatkan publikasi penelitian di bidang sel punca dan ilmu biomedis yang terindeks Scopus.

Mewakili Menteri Kesehatan RI yang berhalangan hadir, hadir Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Dr. Slamet, MHP. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan bahwa di Indoneia telah terjadi pergeseran pola penyakit. Mulai dari penyakit menular hingga pertumbuhan penyakit tidak menular yang cukup signifikan dekade ini.

“Kita ditantang untuk mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Salah satunya dengan cara mencari alternatif treatment dan pelayanan sel punca,” terang Slamet.

Pelayanan pengobatan regeneratif ini mencakup 3 bagian. Yakni, rekayasa jaringan, terapi seluler, dan bio material. Slamet mengatakan, banyak penelitian yang melaporkan tentang keberhasilan sel punca dalam terapi beberapa macam penyakit terutama penyakit degeneratif.

Selain menghadirkan ahli stem cell dari dalam negeri, simposium juga dihadiri oleh beberapa ahli biomedis internasional untuk menjadi pembicara pembicara. Diantaranya, Prof. Eric Van Gorp, MD, Internist PhD dari Belanda, Prof. Rita Huang, PhD dari  Taiwan, Prof. Vladimir Mironov, MD., Ph.D dari Rusia, Dr. Nassim Abi Chahine, PhD dari Inggris, Dr. Mahdi Lotfipanah, PhD  dari Iran, dan Prof. Allen Yeoh Eng Juh, MBBS, MMed dari Singapura.

Simposium ini merupakan konferensi internasional sel punca dan biomedis pertama di Surabaya. Selain itu, konferensi ini juga menjadi salah satu rangkaian acara menyambut Dies Natalis UNAIR ke-64.

Sebelumnya juga telah dilaksanakan pra-congress event berupa kompetisi penelitian dan presentasi pada Jumat (2/11) lalu. Simposium dilanjutkan pada Minggu (4/11). (*)

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone