Sambil bertepuk tangan, panitia Deputra mengajari anak Karang Menjangan nembang Jawa (Foto: Arien)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS –  Bahasa Jawa merupakan salah satu hasil kebudayaan asli Indonesia yang patut dipelajari. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, bahasa Jawa semakin ditinggalkan. Bahkan tidak sedikit generasi muda yang lebih tertarik mempelajari bahasa asing seperti Korea dan Thailand dari pada bahasa Jawa yang merupakan produk budaya lokal.

Untuk itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam kepanitiaan Desa dan Kampung Mitra (Deputra) mengadakan pengabdian masyarakat bertempat di RT 1 RW 7 Karang Menjangan, pada Minggu (04/11).

Pengmas itu melibatkan panitia Deputra, pengurus RT 1, Karang Taruna RT 1, dan sejumlah 25 anak-anak desa setempat.

“Pengmas ini dilakukan lantaran anak-anak di Jawa sekarang sudah mulai lupa dengan budaya bahasa Jawa. Maka dari itu panitia Deputra mengenalkan kembali budaya Jawa,” terang Intan Fitri Hilza selaku ketua panitia pengmas.

Dalam pengmas kali ini, disampaikan pentingnya bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, bahasa Jawa memiliki tingkatan-tingkatan bahasa yang jika digunakan akan terkesan lebih sopan. Selain itu, kegiatannya juga dengan menyanyi tembang Jawa seperti Gundul-gundul Pacul, Padang Bulan, dan Kodok Ngorek. Serta, permainan tradisional jawa yaitu Cublak-Cublak Suweng.

Untuk menghidupkan acara, disela acara anak-anak diberikan balon. “Semenjak dikasih balon, anak-anak semakin bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Jawa,” terang Intan.

Sementara itu, Wiji selaku ketua RT berharap agar anak-anak semakin mencintai budaya daerahnya. Serta, tidak melupakan apa yang menjadi identitas mereka.

“Acaranya sangat bagus. Soalnya apa, anak-anak bisa diajari bahasa Jawa, yang setiap harinya mereka menggunakan bahasa Indonesia. Seperti Siji Loro Telu Papat Limo Enem sudah cukup baik untuk (pemahaman, Red) mereka,” papar Wiji. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor    : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone