SALAH seorang pembicara, yaitu Ir. Doddy Izwardy, MA selaku direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat mengisi seminar nasional bertajuk “The Best Nutrition to Prevent Stunting” pada (1/11) di Gedung AMEC FK UNAIR. (Foto: Istimewa)

Gelar Seminar, Prodi Gizi FKM Paparkan Penyakit Kerdil Anak

UNAIR NEWS – Usia balita adalah masa-masa paling penting dalam kehidupan manusia. Pada masa itu balita sedang berada dalam tahap golden age. Segala sesuatu akan diserap dengan cepat oleh sang balita.

Tak heran, jika asupan gizi seimbang diperlukan untuk tumbuh kembang balita. Namun, fakta menunjukkan bahwa masalah gizi di Indonesia kian memprihatinkan. Bahkan, berdasar data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, tercatat jutaan balita mengalami masalah gizi ganda, yakni gizi lebih dan gizi kurang.

Salah satu yang menjadi perhatian Universitas Airlangga penyakit stunting pada balita. Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada balita yang mengakibatkan tubuhnya lebih pendek dari anak seusianya. Penyebab utama stunting adalah tidak tercukupi asupan gizi selama kehamilan atau saat bayi telah lahir.

Prevalensi stunting di Indonesia saat ini dikategorikan sebagai masalah gizi yang cukup serius. Di Indonesia sendiri, terdapat 7,8 juta dari 23 juta balita atau bila dipresentasekan sebanyak 35,6 persen mengalami penyakit itu. Padahal WHO menetapkan batas toleransi stunting maksimal sebanyak 20 persen saja.

 

BACA JUGA: Rayakan HUT Ke-27 dengan Seminar, FKM Dorong Mahasiswa Giat Mengabdi

 

Kondisi itu mendorong Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR dalam rangkaian acara Nutrition Big Event (NUTRIBE) 2018 bersama Amazi Amerta Nutrition Conference (AANC) mengadakan seminar nasional bertajuk “The Best Nutrition to Prevent Stunting” pada (1/11) di Gedung AMEC FK UNAIR.

Seminar tersebut menghadirkan dua pembicara yang ahli di bidang stunting. Keduanya adalah Ir. Doddy Izwardy, MA selaku direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Sugeng Eko Irianto, MPS. PhD selaku perwakilan spesialis nutrisi dari WHO.

Dalam diskusinya, Ir. Doddy membahas penyakit stunting dalam dua sudut pandang. Yakni, kesehatan dan non-kesehatan. Dalam bidang kesehatan, lanjut dia, penyebab stunting begitu kompleks.

”Dari aspek kesehatan, dapat kita pantau beberapa faktor yang berkaitan dengan status kesehatan anak seperti riwayat ASI eksklusif, MPASI, dan pola pangan. Kalau aspek non-kesehatan dapat kita lihat ekonomi keluarga balita, tingkat pendidikan dan pengetahuan orang tua yang kurang,” ujar Ir. Doddy.

Sementara itu, Sugeng memberikan paparan berjudul stunting global dan Indonesia “Pengalaman Global dalam Penanganan Stunting”. Menurut dia, problem stunting tidak cukup hanya diatasi oleh beberapa pihak. Diperlukan aspek yang lain, selai kesehatan.

”Masalah ini harus kita tanggulangi bersama. Tidak hanya dari aspek kesehatan. Pemerintah pun harus ikut ambil bagian,” sebutnya.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, acara dilanjutkan dengan workshop. Tepatnya sebagai sarana pengembangan kerangka pemecahan masalah berdasar teori yang didapat selama seminar. (*)

 

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Feri Fenoria