MAHASISWA FPK dan FKM bersama siswa-siswi SDN 2 Karangrejo membersihkan pesisir pantai Pulau Santen-Banyuwangi. (Foto: Bastian Ragas)
MAHASISWA FPK dan FKM bersama siswa-siswi SDN 2 Karangrejo membersihkan pesisir pantai Pulau Santen-Banyuwangi. (Foto: Bastian Ragas)
ShareShare on Facebook1Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Setelah berhasil melancarkan serangkaian kegiatan COSFET di SDN 2 Karangrejo-Banyuwangi pada September dan Oktober, kegiatan COSFET akhirnya mencapai puncak acara yang dikemas dengan mengangkat tema bersih pantai. COSFET (Coastal School for Environmental Health) merupakan program kerja gabungan antara Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HMBP) dan Banyuwangi Public Health Association (B-PHA atau Hima FKM) Universitas Airlangga Banyuwangi.

Dijelaskan oleh Indra Wicaksono selaku ketua pelaksana COSFET sekaligus kepala Departemen Pengabdian Masyarakat HMBP UNAIR Banyuwangi, kerja sama HMBP dengan B-PHA untuk program kerja COSFET itu bermula dari kegiatan sharing proker antar kedua hima. Kemudian, kedua pihak sadar jika ada proker yang memiliki tujuan yang sama.

”Akhirnya kami sepakat untuk bekerja sama,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Perikanan dan Kesmas PSDKU Berkalaborasi Lancarkan Program Kerja COSFET

 

Acara puncak sekaligus menjadi penutup serangkaian pengmas COSFET 2018 mengusung tema bersih pantai di pesisir pantai Pulau Santen-Banyuwangi. ”Kami mengusung acara bersih pantai di acara puncak COSFET. Sebab, itu adalah tujuan awal proker ini,” tutur Indra.

Sebelum berkolaborasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), program COSFET awalnya merupakan program kerja milik Departemen Pengabdian Masyarakat HBP UNAIR Banyuwangi. Tujuan awalnya adalah aksi bersih pantai selama satu hari tanpa kegiatan mengajar untuk siswa SD.

”Setelah kami sepakat bekerja sama dengan B-PHA, akhirnya kami kembangkanlah program kerja ini. Yakni, dengan menambahkan kegiatan mengajar sebanyak tiga pertemuan di SDN 2 Karangrejo dengan target sasaran kelas IV dan V,” ungkapnya.

”SDN 2 Karangrejo dipilih karena dekat dengan daerah pesisir Pulau Santen-Banyuwangi sehingga kami tidak repot saat melancarkan aksi bersih pantai yang juga mengerahkan siswa-siswi SD,” imbuhnya.

Aksi bersih pantai yang dilaksanakan pada Sabtu (3/11) tersebut mengerahkan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Turut serta pula sejumlah siswa-siswi kelas IV dan V SDN 2 Karangrejo.

SISWI SDN 2 Karangrejo bersama komunitas Banyuwangi Osoji Club (Foto: Bastian Ragas)
SISWI SDN 2 Karangrejo bersama komunitas Banyuwangi Osoji Club (Foto: Bastian Ragas)

Sebelum terjun untuk melaksanakan kagiatan bersih pantai, COSFET mengundang Banyuwangi Osoji Club untuk mengisi materi tentang pentingnya penanganan sampah. Komunitas yang bergerak di bidang kebersihan lingkungaan tersebut diundang karena dirasa memiliki visi dan misi yang sejalan dengan kegiatan COSFET tersebut.

”Kami memilih Banyuwangi Osoji Club karena komunitas ini sangat aktif dan sudah terkenal di Kabupaten Banyuwangi. Jadi, kami harap Osoji Club dapat memberikan pemahaman kepada peserta, terutama siswa SD,” ungkap Indra.

Dengan membawakan materi tentang ”Marine Debris”, dr. Bintari Wuryaningsih berhasil memompa semangat peserta COSFET. Karena itu, saat aksi bersih pantai, peserta mengetahui mana sampah yang berbahaya dan perlu dibuang di tempat yang tepat.

”Saya berharap kegiatan COSFET ini dapat dilaksanakan kembali dengan sasaran yang berbeda dan melibatkan lebih banyak komunitas pecinta lingkungan di Kabupaten Banyuwangi,” ungkap dr. Bintari. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook1Tweet about this on Twitter0Email this to someone