Kurangi Panas di Surabaya, Magister Keperawatan UNAIR Tanam Pohon di Medokan Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dosen dan mahasiswa magister keperawatan peminatan komunitas UNAIR mengajak masyakarat Medokan Sempir RW 8 Surabaya untuk menanam pohon bersama. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Pada Bulan September 2018, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya meliris bahwa wilayah Jawa Timur memasuki puncak musim kemarau pada bulan September – Oktober. Beberapa wilayah, termasuk Surabaya, berada pada puncak suhu yang cukup tinggi mencapai 30-34 derajat C. Cuaca ini oleh banyak masyarakat Surabaya dikeluhkan karena panasnya cukup menyengat.

Berangkat dari masalah tersebut, mahasiswa magister keperawatan peminatan komunitas UNAIR mengajak masyakarat Medokan Sempir RW 8 Surabaya menanam ratusan pohon yang dikemas dalam program pengabdian kepada masyarakat. Temanya, “Pengabdian Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan”. Pengmas itu dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Oktober 2018.

Aksi penanaman pohon ini dilakukan dalam rangka menyambut musim hujan di awal bulan November, dan mengurangi cuaca panas saat musim hujan selesai. Selain itu, aksi ini juga upaya pelestarian lingkungan agar tetap hijau dan sehat. Karena jika lingkungan tidak sehat, akan rentan menjadi perantara penyakit pada individu atau masyarakat.

Selain itu, dalam acara ini juga dikampanyekan gemar cuci tangan untuk warga sekitar sebagai upaya mencapai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan gemar cuci tangan, masyarakat telah melakukan salah satu upaya untuk mencegah penyakit dan mempertahankan status kesehatan mereka.

Acara dimulai dengan senam bersama. Dilanjutkan dengan penyuluhan tentang kelestarian lingkungan. Penyuluhan ini menjadi salah satu upaya promotif membangun kesadaran masyarakat agar peduli pada lingkungan yang asri dan bersih.

Setelah itu, melakukan aksi penanaman pohon bersama ketua RW 8 dan warga. Jenis pohon yang ditanam yaitu mangga, matoa, dan beberapa jenis pohon buah lainnya. Tanaman jenis buah ini sengaja dipilih, selain berguna untuk mengurangi cuaca panas, juga berguna secara ekonomis. Warga dapat menjual buah dari tanaman ini kemudian hasilnya digunakan untuk kegiatan warga di wilayah RW 8.

Ketua pelaksana pengmas Wimar Anugrah Romadhon menyampaikan bahwa tema pelestarian lingkungan sengaja diangkat sebagai respon pada masalah cuaca yang sedang terjadi di surabaya.

“Dengan penanaman pohon, lingkungan akan menjadi rindang, yang mana dapat mengurangi panasnya cuaca,” Kata wimar, panggilan akrabnya.

“Selain itu, peran lingkungan sangat berpengaruh pada pembentukan kesehatan masyarakat. Sebagai mahasiswa magister keperawatan peminatan komunitas, tugas kami adalah memodifikasi lingkungan yang sehat agar dapat meningkatkan kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Juwari, Ketua RW 8, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia dan warga sangat berterima kasih kepada mahasiswa keperawatan UNAIR karena berkenan untuk melakukan pengabdian di wilayah Medokan Sempir RW 8 Surabaya.

“Acara ini sangat bermanfaat untuk mengajak warga peduli terhadap lingkungan. Dan, Alhamdulillah pada kesempatan ini kader lingkungan dibentuk dan telah dikukuhkan. Harapannya, kader ini menjadi pelopor terhadap kebersihan lingkungan di sekitar wilayah RW 8 Medokan Semampir,” tutur Juwari.

Dikesempatan yang sama, Retno Indarwati, S.Kep., Ns. M. Kep. selaku dosen pendamping menyampaikan bahwa dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya berkutat dibangku kuliah. Mereka juga harus terlibat aktif dalam membangun kesehatan di tengah-tengah masyarakat.

“Apalagi mahasiswa peminatan komunitas. Mereka harus memiliki pengetahuan dan skill untuk membangun masyarakat agar aktif dan terlibat dalam mewujudkan masyarakat sehat,” papar Retno.

“Pengmas ini bukan hanya sekadar tugas dari kampus. Melainkan sebagai usaha dari kampus untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa agar nanti setelah mereka lulus dan berada dalam masyarakat, mampu menjadi aktor atau penggerak dalam upaya promotif dan preventif,” tambahnya. (*)

Penulis : Fariz Ilham Rosyidi

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu