Anggota FPTVI bersama Fakultas Vokasi UNAIR Nobar Film Besutan Sekolah Vokasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Poster Film Tengkorak
Poster Film Tengkorak

UNAIR NEWS – “Ini adalah bukti bahwa pendidikan Vokasi mampu menghasilkan sebuah karya yang dapat diakui dunia,” sepengal sambutan dari Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D di Studio 3 XXI Grand City Mall Surabaya saat pemutaran perdana film “Tengkorak” karya mahasiswa dan dosen Sekolah Vokasi UGM.

Dilansir dari beberapa media online menyebutkan bahwa, film tersebut lolos pada Gala World Premiere Cinequest 2018 di San Jose, California. Film tersebut mendapatkan respons positif dari para penonton yang hadir. Istimewanya film tersebut juga mendapat kesempatan tayang selama empat hari, yakni tanggal 1,2,3 dan 9 Maret kemarin di sana. Film karya anak bangsa tersebut berhasil masuk nominasi Best Film kategori Film Fiksi Ilmiah, Fantasy & Thriller dalam gelaran Festival Film Cinequest 2018 di San Jose, California dan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang dikirim ke ajang World Premiere.

Acara nonton bareng tersebut dilakukan pada (17/10) lalu di Studio 3 XXI Grand City Mall Surabaya seusai kegiatan 1st International Conference on Vocational Innovation And Applied Sciences (ICVIAS) yang berlangsung ditempat berbeda. Dalam acara nonton bareng itu seluruh peserta ICVIAS yang juga merupakan anggota Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) turut menjadi saksi pemutara film besutan Yusron Fuadi Director Film Tengkorak.

Film produksi Akasacara Film ini patut diacungi jempol karena seluruh pemainnya adalah volunteer dengan latarbelakang berbeda tak hanya itu editor dan seluruh visulasiasi dikerjakan oleh tangan-tangan kreatif mahasiswa SV UGM. Menurut Yusron Fuadi film ini diproduksi sekitar 127 hari syuting dalam kurun waktu empat tahun sejak naskah rampung pada tahun 2013 lalu.

“Syuting pertama tahun 2014 dengan total 127 hari syuting karena harus menyesuaikan longgarnya waktu talent. Seluruh talent  yang terlibat adalah volunteer dengan latarbelakang berbeda-beda. Dan mungkin ini akan menjadi film dengan waktu syuting terlama di Indonesia,” jelas dosen yang berperan sebagai tokoh Yos dalan Film Tengkorak tersebut.

Pesan yang ingin adalah jangan berbuat kerusakan dimuka bumi, karena alam adalah bagian dari kita yang diciptakan Tuhan sebagai penyeimbang kehidupan. Penonton tidak harus nonton film ini, tapi jika tanggal 18 Oktober nanti dan setelahnya penonton Indonesia berani ambil resiko datang ke bioskop nonton film ini.

“Saya jamin kalian akan melihat sesuatu yang tidak ada di film Indonesia sebelumnya,” pungkas dosen SV UGM itu.

Penulis: Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).