Loka Foto #2: Menjadi Profesional dalam Fotografi Komersial

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Airlangga Photography Society (APS)
Suasana kegiatan Loka Foto #2 Airlangga Photography Society (APS). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Setelah tahun lalu sukses mengadakan Loka Foto #1 yang bekerjasama dengan Fujifilm, kini Airlangga Photography Society (APS) pun kembali mengadakan kegiatan yang sama. Bertajuk Loka Foto #2 : Menuju Komersial di Industri Fotografi, APS UNAIR menghadirkan Faradita Meilinda W.S atau yang lebih dikenal dengan Dita Subi sebagai pemateri dan Maulana Adi Panggiri sebagai moderator. Satu Atap Co-Working Space pun dipilih sebagai tempat diadakannya acara tersebut.

Merujuk pada pengalamannya sebagai fotografer profesional, Dita berkata bahwa fotografi komersial berbeda dengan fotografi untuk hobi semata.

“Kalau foto non-komersil, hasilnya hanya untuk dinikmati sendiri. Tetapi, fotografi komersial, selain memberi keuntungan, juga memiliki tanggungjawab yang besar kepada klien,” tutur Dita.

Menurutnya, ada proses panjang yang harus dijalani, seperti memahami target produk ditujukan untuk usia dan jenis kelamin apa, menganalisis pasar serta membuat foto terkonsep sesuai brief. Misalnya, foto produk untuk iklan sebuah brand. Untuk menghasilkan satu foto yang terkonsep, ia mengungkapkan bahwa ada banyak orang yang terlibat. Seperti talent, MUA, stylist, penata cahaya dan lain sebagainya.

“Setelah foto tersebut jadi, tugas kita belum selesai. Ada banyak pihak yang ikut menilai apakah foto tersebut layak atau tidak untuk dijual,” ungkap lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR itu.

Dita pun menjelaskan bahwa ada modal yang harus dimiliki ketika ingin serius berkarir di bidang fotografi komersial. Niat adalah hal pertama yang harus dimiliki.

“Kegagalan itu pasti ada. Kuatkan niat kalian, jangan sekali nyoba lalu menyerah begitu saja,” tandasnya. Yang kedua, kumpulkan portofolio sebanyak-banyaknya. “Portofolio itu penting dalam industri fotografi. Ketika ada kesempatan untuk motret, lakukan. Suatu saat, portofolio itu pasti berguna,” lanjutnya lagi.

Ketiga, memperluas relasi dan jejaring kita. Aktif berinteraksi dengan orang-orang baru, baik melalui online maupun offline. Sebab, biasanya dari relasi itulah tawaran untuk memotret datang. Tak hanya itu, konsisten dalam berkarya juga diperlukan. Terakhir, Dita meng-highlight satu poin penting yang wajib dimiliki, yaitu attitude.

“Percuma foto bagus kalau nggak punya attitude. Selalu on-time, menghargai orang lain serta bertanggungjawab dengan tugas kita merupakan bentuk attitude yang bagus,” paparnya.

Setelah sharing session usai, sesi tanya jawab pun dibuka. Salah satu pertanyaan datang dari Husna Ayustika, mahasiswi FKH UNAIR, tentang bagaimana cara mengatasi rasa minder terhadap hasil fotonya. “Jadikan ketidakpuasan itu untuk motivasi ke depan. Cari referensi foto sebanyak-banyaknya dan sering-sering berlatih,” jawab Dita. Loka Foto #2 pun ditutup dengan penyerahan merchandise serta sesi foto bersama pada pukul 20.00 WIB.

Penulis: Nena Zakiah

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).