Porsi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi mesti Seimbang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TUBAGUS Arie Rumantara, S. Hum., (kanan) dan Prof . Dr. H. Jusuf Irianto , Drs., M.Com, ketua LPM (Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Airlangga. (Foto: Tunjung Senja)
TUBAGUS Arie Rumantara, S. Hum., (kanan) dan Prof . Dr. H. Jusuf Irianto , Drs., M.Com, ketua LPM (Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Airlangga. (Foto: Tunjung Senja)

UNAIR NEWS – ”Hingga sekarang, penelitian berkembang begitu pesat. Hal ini tidak sejalan  dengan pengabdian masyarakat yang masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat, seharusnya penelitian dan pengabdian masyarakat dapat berjalan beriringan,” tegas Prof . Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com, ketua LPM (Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Airlangga dalam sesi materi seminar.

Menurut Prof. Jusuf, perlu ada pengintegrasian aktivitas atau kegiatan pengmas dengan cara berkolaborasi dengan seluruh perguruan tinggi. Menindaklanjuti masalah tersebut, LPM UNAIR menginisiasi seminar pengmas pertama di Indonesia. Yakni Lokakarya dan Seminar Pengabdian Masyarakat pada Jum’at (19/10).

Bekerja sama dengan United Nations Emergency Children’s Fund (UNICEF) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seminar tersebut diadakan di Ruang Kahuripan, Lantai 3, Kampus C UNAIR. Seminar itu mengusung tema ”Pengabdian Perguruan Tinggi untuk Masyarakat Berkeadilan dan Berkemakmuran secara Berkelanjutan di Era Industri 4.0”.

Seminar tersebut dibuka dengan sambutan Wakil Rektor III Prof. Ir. Moch Amin Alamsyah M.Si., Ph.D. Dia menyatakan bahwa pengabdian masyarakat menjadi salah satu poin Tri Dharma perguruan tinggi. Karena itu, perguruan tinggj bisa membangun masyarakat mencapai keadilan sosial menyeluruh demi terwujudnya kesejahteraan secara global. Tujuan itu dapat digapai apabila dilakukan secara bersama-sama.

Prof. Haryono Suyono, MA., Ph.D didapuk menjadi pembicara pertama dalam seminar. Mantan menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Indonesia itu menyampaikan peranan perguruan tinggi membangun bangsa yang cerdas dan keluarga sejahtera. Menurut dia, tugas perguruan tinggi, salah satunya, menjadi pendamping desa. Hal itu diharapkan mampu merangsang inovasi dan membangun wirausaha sosial melalui gotong royong.

Prof. Haryono juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi yang pernah diucapkan pada  Rabu (23/5). Presiden Jokowi berpesan, kita semua perlu memahami Revolusi Industri 4.0, sistem internet, dan dampaknya. Revolusi Industri 4.0 merupakan era canggih di mana ada konektivitas manusia, mesin, dan data yang dikenal dengan internet of things.

”Kunci keberhasilan era Revolusi Industri 4.0 bukan dari besarnya kapasitas industri. Tapi dari dinamika cepat masyarakat merespons kemajuan zaman (making Indonesia 4.0),” lanjut Prof. Haryono.

Selanjutnya, materi disampaikan Tubagus Arie Rumantara, S. Hum., selaku Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa. Perlu diketahui, UNICEF adalah organisasi internasional yang berada di bawah naungan PBB yang didirikan pada 11 Desember 1946. UNICEF bertujuan mengatasi kendala bahwa kemiskinan, kekerasan, penyakit, dan diskriminasi terjadi kepada anak. UNICEF juga membantu membangun dunia, yakni merealisasikan hak-hak setiap anak.

 

Tubagus Arie menyampaikan bahwa masih banyak ketimpangan anak. Terutama di bagian timur Indonesia. Padahal mandat dari SDGs (Sustainable Development Goals) yang tertera dalam tiga poin teratas, yakni tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Karena itu, UNICEF gencar bermitra dengan berbagai organisasi dan instansi di seluruh Indonesia.

”Hampir semua mitra kerja UNICEF adalah universitas. UNICEF butuh bantuan dari univesitas yang berfokus mengatasi permasalahan anak. Misalnya, subsidi anak dan praktik yang melibatkan nilai budaya, contohnya pernikahan dini,” tutur Tubagus Arie.

”Ke depan, fokus UNICEF adalah remaja. Sebelumnya UNICEF hanya berfokus pada permasalahan anak,” imbuhnya. (*)

 

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).