RST Ambon
KAPAL RST Ksatria Airlangga sudah lepas pantai meninggalkan pelabuhan Palu untuk menuju Ambon. Dari geladak RST KRI Dr. Soeharso tampak beberapa ABK dan crew melambaikan tangan mengantar kepergian RST-KA untuk melanjutkan misi kemanusiaan menuju Ambon. (Foto: Agus Hariyanto).
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tepat pukul 12.00 WITA, Kamis (18/10) kemarin, dibawah komando Kapten Kapal Almudatsir, kapal Rumah Sakit Terapung “Ksatria Airlangga” (RST-KA) menarik jangkar untuk bertolak menuju Ambon. Meski bergeser, bantuan kesehatan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala dari RST-KA dan sivitas Universitas Airlangga masih berlanjut dalam RS lapangan di Donggala, lengkap dengan dokter dan paramedisnya.

”Tetapi di Donggala masih ada posko Ksatria Airlangga dengan tim darat. Jadi masih melayani pasien korban bencana, termasuk untuk trauma healing. Bahkan tim UKM Mahagana UNAIR juga akan bergabung di tim darat, mulai besok (Jumat 19/10 ini, red),” kata Suwaspodo Henry Wibowo, dr., Sp.And., MARS., Sekretaris Yayasan Ksatria Medika Airlangga (YKMA), pengelola RST-KA, kepada unair.news, Kamis (18/10) malam.

Seperti diketahui, ketika terjadi bencana mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, kapal RST-KA sedang melaksanakan bakti kemanusiaan di Pulau Alor (NTT). Dari rencana selanjutnya di Maluku, akhirnya seketika kapal dikirim ke Palu. Berangkat dari Alor Minggu (30/9), dan sampai di Makassar, Senin (1/10).

Namun karena cuaca buruk, Kesyahbandaran setempat baru mengijinkan RST-KA berlayar menuju Palu hari Rabu (3/10), dankapal dengan selamat tiba di pelabuhan Pontolan, Palu, hari Jumat (5/10) Subuh. Tetapi karena di Palu sudah ada RST KRI dr. Soeharso, maka bakti kemanusiaan RST-KA diarahkan ke Donggala, dan merapat di Pelabuhan Donggala 90 menit kemudian. Pada hari Sabtu (6/10) tim RST-KA dipimpin Direkturnya, Dr. Agus Haryanto, Sp.B sudah memberikan pelayanan medis kepada para korban bencana di Donggala.

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) juga membenarkan bahwa bakti kemanusiaan dari fasilitas yang dihadirkan oleh alumni UNAIR ini akan bergeser ke Maluku, kemudian dilanjutkan ke Wakatobi, dan akan berakhir di Kepulauan Madura.

”Luar biasa. Selamat jalan Kapten Almudatsir,” kata Prof. Budi Santoso menyampaikan ucapan selamat setelah mengetahui kapal RST-KA melanjutkan tugas kemanusiaan ke Ambon dan Maluku.

Dr. Henri Suwaspodo menambahkan dengan merinci jadwal pelayaran dan pelayanan kemanusiaan RST-KA untuk tahap II. Kapal akan berlabuh di pelabuhan Kota Ambon pada tanggal 26 Oktober. Dua hari kemudian, (28/10) melayani masyarakat Pulau Moa.

Kemudian berturut-turut melayani bantuan kesehatan masyarakat di kepulauan terpencil. Antara lain di Pulau Masela 29 Oktober, di Pulau Babar (30-31 Oktober), Pulau Sermata 1 November, di Pulau Luang Timur 2 November, di Pulau Luang Barat 3 November, di Pulau Lakor 5 November. Tanggal 6-8 November kembali ke Pulau Moa, diteruskan ke Pulau Leti 9 November, Pulau Kisar (10-12 November), Pulau Wetar (13-14 November), dan Pulau Lirang pada 16-17 November 2018.

”Setelah itu menuju ke Sulawesi Tenggara untuk bakti serupa di Pulau Wakatobi pada tanggal 21-23 November 2018,” tambah dr. Henri, panggilan akrabnya.

Setelah dari Wakatobi, tim kesehatan RST Ksatria Airlangga akan menuju Kepulauan Madura, di Jawa Timur. Dijadwalkan melayani masyarakat Pulau Kangean (Kangayan) pada 28 November hingga 1 Desember. Kemudian Pulau Raas (3-5 Desember), dan ke Pulau Sapudi pada 6-8 Desember 2018. Setelah itu RST-KA kembali ke Surabaya.

UCAPAN SELAMAT

Dikutip dari grup WhatsApp “Bhakti RST untuk Palu-Donggala”, pengabdian Tim RST-KA banyak menuai pujian. Tim Posko Kesehatan untuk korban bencana di Palu dan Donggala juga banyak yang menyampaikan selamat jalan menuju pengabdian selanjutnya disertai ucapan terima kasih.

”Selamat jalan Dr. Agus (maksudnya Dr. Agus Haryanto, Sp.B) dan Tim, semoga Tuhan selalu menyertai setiap langkah dan pelayanan di daerah-daerah yang membutuhkan, sehingga bisa menjadi berkat bagi sesama,” kata Ferdinandus di GWA tersebut.

Dr. Dian Islami, dari Posko Kesehatan di Palu juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasihnya atas darma-bakti RST Ksatria Airlangga. ”Terima kasih atas darma bakti RST Ksatria Airlangga di setiap event kemanusiaan. Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” tulis Dian Islami.

”Selamat berlayar kapten dan ABK RST-KA, hati-hati di perjalanan Capt, sampai bertemu lagi di Ambon,” tulis dr. Agus Haryanto, alumni FK UNAIR angkatan 1985 ini.

Ketua Ikatan Alumni FK UNAIR Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K) juga menyampaikan ucapan selamat. ”Selamat jalan captain Mudatsir beserta para sahabat awak kapal RST-KA, semoga selalu diberikan kemudahan selama perjalanan sampai di Ambon,” kata dr. Pudjo Hartono.

”Selamat berlayar ya Kapten dan teman-teman ABK RST-KA. Jangan ngebut-ngebut ya, yang terpenting selamat,” tambah Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes., pengawas pada YKMA.

Melalui tulisannya dalam GWA itu juga, Kapten Kapal RST-KA, Almudatsir, juga membalas ucapan-ucapan dari para sahabat di Grup WA.

”Alhamdulillah, terima kasih Bapak Prof. (Prof. Budi Santoso – red). Insya Allah kecepatannya standar saja, dokter. Amiin-amin untuk semua ucapannya,” kata Almudatsir dalam membalas ucapan melalui GWA tadi. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone