Pengmas FKM
Kegiatan Pengmas FKM UNAIR di SMPN 18 Surabaya. (Foto: Tim Pengmas)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Bertempat di SMP Negeri 18 Surabaya, nampak pemandangan yang berbeda pada Selasa (16/10). Aula sekolah tersebut ramai dengan antrian ratusan siswa siswi untuk mengisi daftar hadir acara pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Pengmas kali ini berbeda dengan yang lain. Selaku ketua pengmas MUTHMAINNAH S.KM., M.Kes., mengatakan bahwa Tujuan kegiatan ini untuk melatih siswa SMP menjadi peer educator melalui metode edutaiment.

Menurutnya, edutaiment adalah upaya promosi kesehatan yang entertain dan fun sesuai dengan karakteristik remaja. Pelatihan itu, imbuhnya, juga berguna untuk meningkatkan skill remaja SMP dalam merancang upaya pencegahan masalah kesehatan yang remaja banget.

“Kan pemberdayaan kesehatan remaja perlu melibatkan remaja, dari oleh dan untuk remaja,” jelasnya.

Selain ia, tim pengmas dari FKM UNAIR yang terdiri dari dosen,  mahasiswa, dan Ketua Rumah Remaja Surabaya. Mereka menjadi tim yang solid untuk memberikan stimulus ke teman-teman SMP dalam merancang promosi kesehatan yang edutainment.

Pelatihan itu dikemas melalui permainan yang ada kaitannya dengan materi kesehatan reproduksi remaja. Seperti ada game “Jauhi Virusnya Bukan Orangnya”, Syaiful sebagai fasilitator meminta peserta terlibat aktif dalam permainan ini.

“Materi ini merupakan materi media penularan HIV yang dilakukan dengan pembagian kelompok, masing-masing kelompok mendapatkan satu bola yang warnanya berbeda, selanjutnya perwakilan kelompok ditutup matanya dan mencari bola dengan warna yang sama atas intruksi anggotanya kelompoknya,” jelasnya.

Setelah terkumpul 5 bola dengan warna yang sama, kelompok tersebut menyusun kalimat dari 5 kata dari 5 bola yang sama, seperti “HIVtidak dapat ditularkan melalui berjabat tangan”. Semua peserta sangat antusias.

“Asyik banget ya kalau begini bisa lebih ngerti tentang HIV,” celetuk salah satu peserta.

Permainan yang seru lainnya adalah “Otak Lebur” difasilitasi oleh Ira Nurmala Ph.D. Tujuan permainan “Otak Lebur” adalah menganalogikan otak jika menyalahgunakan narkoba, otaknya akan menjadi rusak. Otak dianalogikan potongan-potongan kertas yang membentuk otak lalu ditetesi air tinta (diibaratkan zat adiktif) terus menerus ditetesi, kertas tersebut akan lebur dan hancur.

“Setelah permainan saya sampaiakan ke mereka bahwa ini lho efek penggunaan zat adiktif yang ada di narkoba jika masuk dalam tubuh kita terus menerus, otak kita akan rusak seperti kertas ini. Kita tidak bisa kosentrasi belajar, diajak ngobrol temannya ga nyambung,” jelas Ira.

Uniknya permainan ini dikemas dengan analogi-analogi yang remaja banget. “Biasanya kan pelatihan diberikan dengan metode ceramah, ini gak membosankan mbak. Kalo seperti, ini kita semua jadi fokus dan penasaran ngikuti sampai akhir permainan. Jadinya kita lebih paham sama pesan yang disampaikan,” kata Bella, salah satu peserta pelatihan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 18, Agustin menyampaikan bahwa kegiatan itu sangat bagus dan bermanfaat. Harapannya, ke depan pihaknya bisa menjalin kerjasama dengan FKM UNAIR, tidak hanya di kegiatan ini tetapi juga bisa melakukan penelitian.

Penulis: Tim Pengmas FKM UNAIR

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone