Pendidikan Vokasi
Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Rektor UNAIR Prof. Nasih seusai melangsungkan diskusi mengenai pendidikan vokasi. (Foto: Agus Irwanto)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kebijakan mengenai pengembangan pendidikan vokasi disambut baik oleh Universitas Airlangga. Beragam kebijakan telah dilakukan untuk mengoptimalkan adanya pendidikan vokasi yang berkualitas. Disela acara Kongres ke-V Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) yang diselenggarakan di UNAIR, Rektor UNAIR Prof. Nasih memberikan berbagai informasi mengenai arah kebijakan UNAIR untuk mendukung pendidikan vokasi di Indonesia.

Di depan awak media pada Selasa (16/10), Prod. Nasih mengatakan bahwa setelah mendirikan Fakultas Vokasi pada tahun 2014, UNAIR terus melakukan kebijakan yang mendukung berkembangnya pendidikan vokasi. Salah satunya, pada tahun ajaran yang akan datang Fakultas Vokasi UNAIR akan memperlebar peluang lulusan SMK untuk bisa diterima.

“Dimungkinkan persentase lulusan SMK yang bisa diterima di Fakultas Vokasi ada  70%. Untuk lulusan SMA atau MA diarahkan untuk ke jenjang S1. Mengingat pendidikan menengah yang didapatkan antara SMA/MA dengan SMK sudah berbeda,” jelasnya.

Mengenai peluang SMK yang lebih besar untuk masuk ke Fakultas Vokasi, Prof. Nasih menegaskan bahwa tentu hal itu juga disesuaikan dengan program studi yang diambil saat menempuh pendidikan di SMK. Selanjutnya, Prof. Nasih juga mengatakan bahwa ke depan pendidikan vokasional juga akan dikembangkan ke berbagai daerah. Misal sekolah kesehatan di Lamongan, Jember, dan Banyuwangi.

“Hal itu, sebagai salah satu penunjang kebutuhan tenaga kerja di berbagai daerah,” tandasnya.

Untuk itu, imbuh Prof. Nasih segala kesiapan akan dipersiapkan dengan baik. Baik dalam pengembangan infrastruktur maupun SDM yang mengajar. Tercatat, di Fakultas Vokasi ada 21 Program, Studi yang tersebar di tiga departemen. Ialah Departemen Bisnis, Teknik, dan Kesehatan. Untuk saat ini Fakultas  Vokasi UNAIR baru bisa menampung 40 persen lulusan SMK.

“Lulusan SMK itu kadang tidak berniat melanjutkan kuliah. Mereka lebih tertarik untuk bekerja. Padahal melanjutkan kuliah itu juga penting bagi lulusan SMK untuk memperdalam kompetensinya,” pungkas Prof. Nasih.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone