Tri Wahyudi (bekacamata dua dari kiri) bersama tim dari Garda Pangan Surabaya saat menerima Awarding pada C-Gen Co Creation Competition di AULA Gedung E Universitas Dian Nuswantoro, Semarang
Tri Wahyudi (bekacamata dua dari kiri) bersama tim dari Garda Pangan Surabaya saat menerima Awarding pada C-Gen Co Creation Competition di AULA Gedung E Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Ksatria Airlangga dalam ajang C-Gen Co Creation Competition. Berangkat dari Komunitas Peduli Sosial Garda Pangan Surabaya. Dua ksatria Airlangga, ialah Tri Wahyudi dari Fakultas Farmasi dan rekannya Shabri Atha Arfiansyah dari Fakultas Vokasi berkolaborasi dengan komunitas yang mereka ikuti berhasil membawa pulang Juara II pada acara yang diselenggarakan oleh C-Gen Indonesia.

Bertempat di Universitas Dian Nuswantoro Semarang pada (12/10) lalu, dalam ajang itu terdapat dua kategori yang dilombakan yaitu, Kategori Smart Solution for Smart City dan juga Kategori Smart Solution For Smart Transportation.

Dalam kesempatan tersebut tim Ksatria Airlangga menyabet Juara II dalam kategori Smart Solution for Smart City dengan menyajikan topik tentang Pengaplikasian konsep food bank untuk menangani kerawanan pangan di Kota Surabaya. Dalam pencapaian tersebut tim UNAIR telah menyisihkan sembilan finalis dari seluruh Indonesia yang lolos ke tahap final.

“Jadi dalam ajang yang kami ikuti tersebut  retang usia yang ikut mulai dari usia 17 hingga 45 tahun , lomba ini bersifat umum jadi bukan hanya mahasiswa tapi juga komunitas maupun start up turut ambil bagian,” tutur Tri Wahyudi.

Dilansir dari beberpa media massa menyebutkan jumlah produksi sampah di Surabaya mencapai 1,6 Ribu Ton perhari. Dalam hal ini salah satu penyumbang limbah tersebut berasal dari banyaknya makanan berlebih dari resto, toko bakery, hingga hotel yang kemudian dibuang.

“Apabila sudah kadarluasa kebanyakan mereka akan membuang makanan berlebih tersebut. Darilah kejadian itulah kami mencetuskan ide untuk menjadi  Food Bank makanan tersebut, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat Surabaya yang lebih membutuhkan,” jelas mahasiswa program studi Pendidikan Apoteker 2017 itu.

Penulis: Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone