Fakultas Vokasi
Prof. Retna Apsari Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UNAIR saat memberikan paparan dihadapan media. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – penyelenggaraan Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) ke-5 dilaksanakan di Universitas Airlangga. Acara yang bertema “Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0” tersebut diadakan pada Selasa, (16/10) di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Universitas Airlangga.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., Mt., Ak., CMA., ketua FPTVI, Dr. Ir. Arief Daryanto, M. Ec., pengurus FPTVI, serta para dosen dan mahasiswa vokasi. Pada acara tersebut terdapat tiga pembicara yaitu Dr. H. Soekarwo, SH., M. Hum., selaku Gubernur Jawa Timur, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahudin, MEM., selaku Deputi IV Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Denni Puspa Purbasari, SE., M. Sc., Ph. D., yang merupakan Deputi III Kepala Staff Kepresidenan Republik Indonesia Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis.

Dalam sambutannya, Dr. Arief menuturkan FPTVI ke-5 itu memiliki beberapa kegiatan. Antara lain kongres internasional penampilan produk-produk vokasi, olimpiade vokasi Indonesia (OLIVIA), dan konferensi internasional dalam bidang vokasi di Indonesia.

“Setelah dilakukan kongres di beberapa universitas, FPTVI ke-5 dilaksanakan di Universitas Airlangga, dan setelah itu biasanya ketua umum FPTVI berasal dari Universitas Airlangga,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNAIR yang dalam sambutannya diwakili oleh Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM mengatakan tantangan vokasi semakin besar, yang mana tuntutan keahlian terus bertambah. Pendidikan Tinggi Vokasi juga menjadi tumpuan dalam membangun sistem kerja dalam memasuki persaingan global.

“Hal yang sangat penting ialah membangun kerjasama antara penyelenggara pendidikan vokasi dengan industri,” tambahnya.

Prof. Djoko menambahkan, kerjasama tersebut antara lain penyusunan program dan penyusunan kurikulum, penyediaan dosen ahli dan instrukturnya, penyediaan sarana dan prasarana, serta sertifikasi. Kerjasama tersebut merupakan suatu prioritas yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaannya.

“Sertifikasi merupakan hal penting dimiliki oleh lulusan vokasi agar diakui oleh dunia usaha dan industri, dan sampai saat ini masih sangat sedikit,” tambahnya.

Di UNAIR, guna mengembangkan program vokasi, akan dibangun kampus UNAIR Gresik yang fokus untuk program vokasi dengan fasilitas yang memadai. Saat ini UNAIR masih pada tahap rencana dalam pengembangan berkelanjutan dari D4 menjadi Kerangka Kulaifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 7-9.

“Kami memohon maaf apabila ada kekurangan dan mengucapkan terimakasihkepada FPTVI yang memberikan kesempatan bagi UNAIR untuk menjadi tuan rumah. Semoga semakin sukses dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Selamat berkongres!” ungkapnya.

Sementara itu, dihadapan awak media Wakil Dekan 1 Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dan Ketua Komisi Program Studi Sejenis FPTVI Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si (UNAIR), mengatakan bahwa dalam forum itu merupakan perjuangan FPTVI untuk berjuang bersama agar pendidikan vokasi di Universitas, sekolah tinggi dan akademik (UNISTA) mampu mencetak lulusan terampil di industri dan masyarakat.

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone