PENGGALANGAN donasi di Taman Blambangan-Banyuwangi yang dilakukan KM bersama hima prodi. (Foto: Istimewa)
PENGGALANGAN donasi di Taman Blambangan-Banyuwangi yang dilakukan KM bersama hima prodi. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di Kabupaten Palu dan sekitarnya pada Jum’at (28/9) masih menyisakan pilu hingga saat ini. Merasa menjadi bagian dari Indonesia dan atas nama solidaritas, Keluarga Mahasiswa UNAIR PSDKU Banyuwangi bersinergi dengan himpunan mahasiswa (hima) setiap program studi di UNAIR Banyuwangi untuk mengajak civitas akademika membantu saudara di Palu. Caranya, sebagian rejeki disumbangkan untuk korban bencana di sana.

”Karena terinspirasi dari BEM UNAIR, akhirnya KM UNAIR PSDKU bersinergi dengan hima prodi di sini. Alhamdulillah-nya juga masing-masing hima prodi di sini sangat antusias untuk bergabung. Sebab, mereka sebenarnya sudah ada rencana penggalangan donasi, tapi masih bingung cara penyalurannya,” tutur Nur Azizatul Ikrima, kepala Departemen Sosial KM UNAIR PSDKU.

Penggalangan donasi oleh KM bersama hima tidak hanya berfokus pada civitas akademik UNAIR PSDKU saja. Bahkan juga kepada masyarakat Banyuwangi.

”Sistem penggalangan donasi kami tidak hanya menunggu bola. Kami juga menjemput bola. Minggu-minggu ini hingga besok tanggal 15 Oktober, kami KM bersama hima akan terus turun ke kelas-kelas, ke jalan, ke taman kota, dan ke lampu merah untuk menampung sumbangan dari warga UNAIR serta masyarakat Banyuwangi,” imbuh Ikrima.

Tidak hanya mengumpulkan donasi berupa uang, KM bersama Hima menerima bantuan berupa barang. Misalnya, pakaian, obat-obatan, dan makanan yang bisa bertahan lama.’

KM bersama hima UNAIR Banyuwangi melaksanakan penggalangan donasi di Pasar Blambangan-Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
KM bersama hima UNAIR Banyuwangi melaksanakan penggalangan donasi di Pasar Blambangan-Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

Nanti, donasi yang sudah terkumpul dikirimkan ke Mahagana (mahasiswa tanggap bencana) UNAIR Surabaya. Selanjutnya, tim Mahagana yang akan bergerak ke Palu untuk menyalurkan semua donasi, baik dari UNAIR Surabaya maupun Banyuwangi.

”Semoga semua donasi yang terkumpul cukup dan dilancarkan pengirimannya, baik dari Banyuwangi ke Surabaya maupun dari Surabaya ke Palu. Dan, semoga untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah di sana selalu diberi ketabahan, kesabaran, dan kekuatan untuk segera bangkit,” ujarnya.

”Mari kita sebagai saudara se-Indonesia untuk tetap mendo’akan mereka,” imbuh mahasiswa FKM tersebut. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone