Rakerpim
Rektor UNAIR Prof. Nasih bersama para pimpinan saat Rakerpim Triwulan ketiga. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Target menjadi 200 kampus kelas dunia pada tahun 2020 semakin dekat. Berbagai upaya dan gebrakkan terus dilakukan oleh para pemangku kebijakan di lingkungan Universitas Airlangga. Guna melakukan evaluasi dari berbagai upaya itu, para pimpinan rutin menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) tiap tiga bulan sekali.

Kali ini, Rakerpim Triwulan ketiga dilangsungkan di Aula AMERTA Kampus C UNAIR pada Jumat (12/10). Hadir memimpin langsung rapat tersebut, Rektor UNAIR Prof. Nasih. Dihadapan seluruh pimpinan di lingkungan Universitas Airlangga, Prof. Nasih terlebih dahulu memberikan berbagai informasi mengenai capaian universitas. Mulai dari peningkatan jumlah jurnal yang terindeks scopus hingga peningkatan jumlah program studi yang terakreditasi.

“Kabar baik untuk kita semua, jumlah jurnal yang terindeks scopus bisa mencapai angka 500,” jelasnya.

Tercatat, mulai tahun 2015 jumlah jurnal yang terindeks scopus sebanyak 126, pada tahun 2016 sebanyak 234, tahun 2017 sebanyak 469, dan pada tahun2018 per bulan Oktober sudah mencapai 502. Bagi Prof. Nasih, berbagai uapaya dan kerja yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tentu akan membuahkan hasil yang maksimal.

“Banyak hikmah dari semua ini. Kalau kita mau, ada semangat, dan ada tekad Insya Allah bisa mencapai tujuan yang kita harapkan,” tutur Prof. Nasih.

Mengenai berbagai gebrakkan dan tekad menuju 500 kampus kelas dunia, Prof. Nasih mengatakn bahwa memang semua upaya dan kebijakan yang diputuskan kelihatannya riuh saat awal-awalnya. Semua, tandas Prof. Nasih membuat semua civitas gaduh karena butuh penyesuaian.

“Ini memang bagian dari proses yang sedang kita kerjakan bersama-sama,” tandasnya.

Usai memberikan sambutan singkat, Prof. Nasih kemudian menjabarkan berbagai capaian dan evaluasi mengenai kinerja serta target yang harus dilampaui.  Peringkat UNAIR pada AUN, WUR, jumlah akreditasi, pertukaran mahasiswa asing, pertukaran staf, pendidikan dosen, dan tentunya jumlah luaran dari hasil riset.

“Naik dan turunnya capaian kita ini harus tetap disyukuri. Utamanya bagi yang masih belum bisa memenuhi target harus lebih semangat untuk mengejar target-target yang sudah kita rencanakan,” ungkapnya.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone