Jus
Dr. Juminten Saimin, dr., SpOG(K)., (Foto: Sefya Hayu),
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

Khasiat Jus Tomat Untuk Elastisitas “Miss V” Perempuan Menopause

UNAIR NEWS – Fase Menopause kerap kali memunculkan kekhawatiran tersendiri di benak para perempuan berusia 50 tahun ke atas. Selain dihantui masalah kerutan halus di wajah, problem klasik lainnya yang tak kalah sensitif adalah terjadinya penurunan elastisitas di area miss V.

Penuaan merupakan fenomena multifaktorial yang ditandai dengan terjadinya penurunan fungsi fisiologi. Ketika seorang perempuan memasuki fase menopause, maka tubuhnya akan mengalami penurunan hormon estrogen, yang kemudian berlanjut pada penipisan epitel, atropi hingga penurunan elastisitas dinding vagina.

Hingga kini penanganan gejala menopause dilakukan melalui terapi sulih hormon atau hormone replacement therapy (HRT) yang mengandung estrogen. Terapi ini memang terbukti efektif meningkatkan kadar estrogen. Sehingga terapi ini dianggap mampu menjawab berbagai persoalan fisiologis yang dihadapi perempuan menopause.

Namun di balik keunggulan terapi tersebut, sejumlah penelitian justru melaporkan bahwa ternyata terapi sulih hormon estrogen memiliki efek samping jangka panjang yang mengerikan. Disebutkan jika ternyata efek samping pemberian hormon estrogen secara terus-menerus dapat berisiko meningkatkan resiko kanker payudara, penyakit jantung, hingga stroke.

Risau akan hal ini, Dr. Juminten Saimin, dr., SpOG(K)., pun akhirnya tergelitik untuk menghadirkan  solusi melalui penelitian disertasinya.

Juminten menawarkan local estrogen dengan memanfaatkan jus tomat sebagai alternatif yang dianggap lebih aman dan alami. Penelitian ini dilakukan selama 64 hari dengan menggunakan mencit  sebagai hewan coba . Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR serta Lab. Biologi Fakultas Saintek UNAIR.

Dalam penjelasan mekanisme perbaikan elastisitas dinding vagina pada tikus model menopause yang diberi jus tomat menunjukkan hasil bahwa ternyata tikus tersebut mengalami peningkatan ketebalan lapisan epitel dinding vagina.

“Dengan pemberian jus tomat, ketebalan epitel meningkat dan jumlah kolagen meningkat. Ketebalan epitel dan jumlah kolagen ini mempengaruhi elastisitas dinding vagina,” jelasnya.

Mengapa memilih tomat? Karena tomat diketahui mengandung fitoestrogen yang paling tinggi di banding jenis sayur lainnya. Selain itu tomat juga mudah didapat dan harganya juga terjangkau.  Tanaman buah satu ini juga mengandung  gizi lengkap, sumber antioksidan karena kaya vitamin C, vitamin E, Beta karoten, likopen, dan zat nutrisi lainnya.

Zat nutrisi dalam tomat dapat mencegah dan melawan kondisi terkait stress oksidatif. Sementara kandungan likopennya sendiri berfungsi sebagai antioksidan yang kuat, karena mampu menangkap radikal bebas. Efek ini yang diyakini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Tomat yang dimasak atau dihancurkan dapat menghasilkan likopen lebih banyak dan lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan tomat mentah,” jelasnya.

Beberapa penelitian menggunakan fitoestrogen sebagai sumber estrogen alami yang berasal dari tanaman untuk penanganan gejala menopause. Selain tomat, tanaman yang dilaporkan mengandung fitoestrogen tinggi antara lain daun begagan,daun semanggi, dan pepaya.

Meski penelitian ini masih sebatas pada hewan coba, namun Juminten tak membatasi bagi siapapun yangn ingin mengonsumsi jus tomat sebagai menu sehari-hari.

Untuk menekan resiko penurunan elastisitas dinding vagina menjelang menopause, Juminten menyarankan agar mengonsumsi jus tomat dalam dosis tertentu.  “Sejumlah literatur menyebutkan jus tomat dapat dikonsumsi dengan dosis 600 gram per hari,” jelasnya.

Hasilnya memang tak instan sebagaimana sulih hormon estrogen yang diketahui cepat memberikan efek. Menurutnya, perlu waktu cukup lama hingga enam bulan untuk bisa melihat hasilnya.

Perempuan kelahiran Jember, 16 September 1971 ini berharap penelitiannya ini dapat menjadi dasar pengembangan untuk mengatasi permasalahan pada perempuan menopause dengan menggunakan bahan alami yang mudah didapat dan harganya murah.

“ Saya berharap bisa memberikan kontribusi ilmiah tentang mekanisme perbaikan elastisitas dinding vagina perempuan menopause pada pemberian jus tomat sebagai fitoestrogen dan antioksidan,” jelasnya.

Juminten berkesempatan mempresentasikan disertasinya berjudul Mekanisme Perbaikan Elastisitas Dinding Vagina Rattus Norvegicus Model Menopause Pada Pemberian Jus Tomat  dalam acara Ujian Doktor Terbuka Program Studi Ilmu Kedokteran Jenjang Doktor FK UNAIR, di Aula FK UNAIR beberapa waktu lalu.

Berkat kerja keras dan ketekunannya selama menempuh pendidikan S3, perempuan yang juga Dekan FK Universitas Halu Oleo Kendari ini akhirnya berhasil mengantongi gelar Doktor ke 810 dengan predikat cumlaude.

Naskah: Sefya H Istighfaricha

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone