IKA-UA NTB
PENGURUS IKA Universitas Airlangga Wilayah NTB ketika melakukan silaturahmi dengan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah (tengah). Dibahas ikhwal bantuan kepada korban gempa Lombok. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Dewan Pembina, pengurus, dan perwakilan anggota Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA-UA) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (10/10) melakukan silaturahmi dengan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah di kantornya. Rombongan alumni UNAIR di NTB ini dipimpin oleh Ketua Wilayah setempat Prof. Dr. Gatot Dwi Hendro Wibowo, SH.,M.Hum.

”Beliau pribadi yang hangat, ramah, dan menyenangkan dalam diskusi,” kata Prof. Gatot Dwi Hendro Wibowo seusai pertemuan dengan orang nomor dua di Provinsi NTB itu.

Dalam audiensinya, Prof. Gatot Dwi HW juga didampingi pengurus dan anggota, antara lain Drh. Wahyu Setiawan Y, Drg. Murwani S. M.Kes., Oryza, M.Sosio, Dodi Sambodo, SH., Nila Kusuma, M.Sosio., dan Khalifatul S. M.Sosio.

Kepada Wagub NTB juga dilaporkan tentang keorganisasian dan kepengurusan IKA-UA NTB, dimana status dan keberadaannya berdasarkan SK Pimpinan Pusat IKA-UA Nomor 013/SK/PP IKA UA/SK.VI/2018 tanggal 28 Juni 2018. Hingga saat ini IKA-UA NTB didukung oleh 275 orang anggota.

Prof Gatot Dwi juga melaporkan kiprah atau kegiatan organisasi IKA-UA di NTB. Pertama mengadakan aksi “Peduli Gempa Lombok” dengan menyelenggarakan Posko Penyaluran Bantuan Kemanusiaan (untuk Lombok Timur, Utara dan Barat). Menjalin kerjasama dengan kapal Rumah Sakit Terapung ’Ksatria Airlangga’ (RST-KA) dengan para pihak, kemudian mendirikan RS Lapangan di Pelabuhan Bangsal, serta mendirikan posko dapur umum.

Kemudian pasca gempa Lombok, mengedepankan aksi sosial dengan tagline ”Ayo !!! Bangun Kembali Lombok-Sumbawa”. Aksi ini direalisasikan dengan mendirikan posko penyaluran bantuan kemanusiaan. Kemudian juga membina desa binaan ”KAMPOENG AIRLANGGA” dengan tiga bidang fokus garapan; yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

”Untuk desa binaan ini sudah diusulkan di lima desa, yaitu Desa Banyu Urip-Gerung, Batulayar, Gunungsari, Lingsar, dan Desa Narmada. Selain itu juga mengadakan pipanisasi air bersih,” tambah Prof. Gatot Dwi.

Aksi untuk korban bencana di Lombok belum usai, disusul gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Untuk itu pengurus dan anggota IKA-UA NTB juga menggalang donasi untuk Palu dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 16.200.000. Diyakini jumlah itu masih bisa bertambah lagi sampai bantuan tersebut disalurkan pada tanggal 15 Oktober 2018 melalui Rekening Kapal RST ‘Ksatria Airlangga’.

Ikhwal donasi tersebut, Prof. Gatot selaku Ketua Wilayah IKA-UA NTB juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada anggota Keluarga Besar IKA-UA Wilayah NTB yang telah bersimpati dan berempaty mendonasikan sebagian rezekinya untuk membantu sesama yang sedang susah, termasuk untuk Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah.

BANGUN 100 HUNTARA

Dalam tanggapannya, Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi anggota IKA-UA Wilayah NTB yang berkenan datang bersilaturahmi dengan membawa unsur sebagai organisasi sosial kemasyarakatan.

”Apalagi IKA-UA ini datang dengan membawa konsep dan bahkan sudah melakukan action ke lapangan dan penanganan bantuan kemanusiaan peduli gempa dan pasca gempa di Lombok, kemudian berlanjut membentuk desa binaan,” kata Wagub Sitti RD memuji.

Disampaikan juga, pada saat ini pemerintah NTB fokus pada penyelesaian pemetaan daerah sesar dan daerah rawan longsor. Kawasan demikian, menurut Wagub, amat sangat butuh segera ditangani. Kemudian akan membangun 11.000 Huntara (hunian sementara), sedangkan pada saat ini baru berhasil dibangun 800 huntara saja.

”Jadi masih butuh banyak sekali. Silahkan IKA-UA NTB pilih bangun 125 Huntara di Lopok Aur (Kab. Lombok Utara) atau 85 Huntara di Penenggak, atau 100 Huntara di Kampung Duduk, Batulayar Barat (Lobar). Ya kalau toh tidak semua, dimulai saja, sesuai dana yang ada,” kata ibu Wagub itu.

Atas dasar rekomendasi dari Wakil Gubernur NTB tersebut, akhirnya kepada IKA-UA NTB diharapkan bisa membantu merealisasikan pembuatan 100 Huntara, secara bertahap di Desa Kampung Duduk, Batulayar Barat, di Lombok Barat.

”Sekaligus bisa dijadikan Desa Binaan “KAMPOENG AIRLANGGA” oleh IKA-UA Wilayah NTB,” lanjut Wagub Sitti Rohmi.

IKA-UA bergerak cepat. Hasil dari pertemuan dengan Wagub NTB tersebut, kemudian direncanakan hari Minggu 14 Oktober 2018 ini tim IKA-UA NTB akan melakukan peninjauan lokasi ke Desa Kampung Duduk, Batulayar Barat, Lombok Barat. Tujuannya untuk melakukan survey lokasi yang terdampak dan melakukan pembagian paket sembako. Bravo IKA-UA NTB. (*)

Penulis : Bambang Bes

 

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone