Debat
Tim Bung Karno FISIP UNAIR saat menerima awarding dalam Lomba Debat pada 2-4 Oktober lalu di UPN Veteran Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Catatan prestasi kembali ditorehkan oleh Kstaria Airlangga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Berangkat dari Komunitas Debaters FISIP yang telah lebih dulu menorehkan prestasi yang sama, tiga mahasiswa FISIP yakni Muhammad Risyad Fahlefi (Ilmu Politik), Abidzar Roeri Barelvi (Sosiologi), dan I Gusti Agung Ngurah Dicky Harvana (Ilmu Hubungan Internasional) berangkat ke Yogyakarta untuk bertarung dalam Lomba Debat pada 2-4 Oktober lalu.

Dalam ajang debat yang diselenggarakan di UPN Veteran Yogyakarta tersebut, delegasi UNAIR yang lolos adalah TIM Bung Karno dari FISIP. Tema debat yang diangkat dalam ajang itu yakni “Bela Negara Dalam Dunia Global”. Tim yang diberi nama Tim Bung Karno itu berhasil membawa pulang juara II tingkat Nasional.

“Kami bertiga tergabung dalam komunitas debaters FISIP UNAIR yang sudah banyak meraih gelar juara dari senior-senior terdahulu, kami disini ingin melanjutkan trend positif yang sudah ada, sebelumnya kami sydah memenangkan ajang serupa di Universitas Kristen Indonesia pada bulan januari lalu,” jelas Muhammad Risyad Fahlefi salah satu anggota tim Bung Karno yang menyisihkan 36 tim dari seluruh Indonesia.

“Dari komunitas debaters ini juga kami secara individu kami telah beberapa kali mengikuti dan mendapatkan juara di bidang debat,” jelas mahasiswa yang pernah menjadi peserta pada Padjajaran Social Political Days di Universitas Padjajaran Bandung itu.

Tak hanya Risyad dua rekan dalam timnya tersebut juga pernah meraih prestasi dibidang serupa masing-masing. Dicky misalnya yang menyabet Juara 1 di Universitas Andalas dan UPN Veteran Yogyakarta tahun lalu.

Menurut Risyad yang menjadi kekuatan besar dalam tim Bung Karno FISIP UNAIR adalah mampu meberikan argumen dan solusi yang mampu dielaborasikan oleh masing-masing pembicara.

“Hal itu bisa dilakukan dengan berlandaskan teori yang kuat dengan pisau analisa dalam memecahkan permasalahan topik,” pungkasnya.

Penulis: Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone