KULIAH tamu FPK PSDKU UNAIR Banyuwangi bersama Turker Bodur, PhD., dari Akdeniz University - Turki. (Foto: Bastian Ragas)
KULIAH tamu FPK PSDKU UNAIR Banyuwangi bersama Turker Bodur, PhD., dari Akdeniz University - Turki. (Foto: Bastian Ragas)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Bidang perikanan budidaya di Indonesia dirasa masih perlu perbaikan dan mengadopsi beberapa teknologi dari negara-negara di dunia. Demi mewujudkan hal tersebut, Fakultas Perikanan dan Kelautan PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi menyelenggarakan kuliah tamu yang diisi pemateri dari negara Turki. Kuliah tamu pada Kamis (4/10) di Ruang A102, Gedung A, Kampus Giri, tersebut dihadiri oleh Turker Bodur, PhD. Dalam kedatangannya di kampus UNAIR Banyuwangi, Pria yang akrab disapa Mr. Turker tersebut sebenarnya sedang menjalankan suatu project yang bernama EURASTIP.

”Terima kasih banyak saya sampaikan kepada Mr. Turker atas kedatangannya jauh-jauh dari Turki. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan juga saya berharap mahasiswa yang hadir saat ini bisa aktif berdiskusi,” tutur Prof. Dr. Suryanto, M.Si., Psikolog., koordinator PSDKU UNAIR di Banyuwangi, dalam pembukaan kuliah tamu tersebut.

”Tanyakan apa pun kepada Mr. Turker yang ingin kalian ketahui. Terutama tentang perikanan di Turki,” imbuhnya.

Mr. Turker merupakan salah seorang dosen fakultas perikanan di Akdeniz University, Turki. Dalam kuliah tamunya, Mr. Turker menyampaikan materi dengan topik ”Currents Status of Aquaculture in Turkey”.

Dengan pembawaan yang santai dan bahasa yang mudah dipahami audience, Mr. Turker berbagi informasi tentang perkembangan perikanan di Turki. Mulai komoditas apa saja yang dibudidayakan di Turki, teknologi perikanan, produk perikanan, regulasi, hingga sertifikasi budidaya Turki dibahas saat itu.

”Komoditas perikanan di Turki berbeda dengan Indonesia. Di sana, kami membudidayakan ikan sea bream, rainbrow trout, sea bass, salmon, dan udang. Namun, untuk salmon dan udang, kami masih belum berhasil dalam membudidayakannya,” jelas Mr. Turker.

Saat sesi tanya jawab dibuka, Mr. Turker mendapati sebuah pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar bagi kebanyakan mahasiswa pada saat itu. ”Mengapa di Turki, untuk komoditas salmon dan udang, belum berhasil dibudidayakan, sedangkan di Indonesia sendiri komoditas udang sangat banyak dibudidayakan,” tutur Ahmed Sultan, Mahasiswa FPK PSDKU.

Tanpa berbasa-basi langsung dijawab oleh Mr. Turker, ”Hal pertama yang menjadi permasalahan dalam budidaya salmon dan udang di Turki adalah suhu. Suhu di sana terlalu rendah untuk budidaya kedua komoditas ini. Selain itu, kegiatan pariwisata yang sangat padat di daerah perairan Turki menganggu proses budidaya kedua komoditas ini,” imbuh Mr. Turker.

Tidak hanya berbicara masalah perikanan di Turki, Mr. Turker menyampaikan perihal beasiswa pendidikan tinggi lanjutan ke Turki. Beberapa beasiswa pendidikan ke Turki  yang sudah bekerja sama dengan Universitas Airlangga adalah Mevlana, Erasmus+, dan Turkiye Burslari.

”Saya harap apa yang saya sampaikan bisa membuka wawasan dan bermanfaat bagi kita semua. Serta, saya tunggu kedatangan kalian di Turki,” pungkas Mr. Turker. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone