MAHASISWA Universitas Airlangga di Banyuwangi bersama Kapolres AKBP Donny Adityawarman, S.I.K., M.Si., dan Wakapolres Banyuwangi Kompol Oscar Syamsudin Polres Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
MAHASISWA Universitas Airlangga di Banyuwangi bersama Kapolres AKBP Donny Adityawarman, S.I.K., M.Si., dan Wakapolres Banyuwangi Kompol Oscar Syamsudin Polres Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook10Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga melalui perwakilan mahasiswa menghadiri diskusi isu keamanan bertajuk OSING (Obrolan Singkat Bahas Hang (yang) Penting) di Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Banyuwangi Polres pada Selasa malam (2/10). OSING merupakan suatu agenda diskusi Polres Banyuwangi dengan fokus bahasan soal keamanan di lingkungan mahasiswa.

Tujuan utama OSING adalah menyamakan persepsi antara mahasiswa dan pihak keamanan (kepolisian), agar tercipta situasi lingkungan yang kondusif. Khususnya kondisi yang aman dan tenteram tanpa adanya perselisihan seperti kejadian-kejadian di luar Jawa.

Sebelum memulai acara, Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman, S.I.K., M.Si., mengajak tamu undangan  mengheningkan cipta dan berdo’a sejenak. Terutama ditujukan kepada saudara-saudara, korban bencana alam di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah atas musibah gempa, tsunami, serta likuifaksi (pencairan tanah).

Dalam acara di wisma kapolres Banyuwangi tersebut, UNAIR Banyuwangi diwakili Ketua Keluarga Mahasiswa Bayu Alfian dan ketua HIMA (himpunan mahasiswa) setiap program studi. Selain dari UNAIR, terdapat perwakilan badan eksekutif mahasiswa (BEM) dari 14 perguruan tinggi di Kabupaten Banyuwangi. Baik yang berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.

”Sebentar lagi Banyuwangi akan melaksanakan tiga agenda yang sangat luar biasa,” ujar AKBP Donny.

”Pertama, peserta IMF-WB di Bali akan menikmati wisata di Kota Gandrung (Banyuwangi, Red) ini. Kedua, pesta demokrasi pemilihan legislatif dan pilpres 2019. Serta, ketiga adalah agenda Banyuwangi Festival 2018,” imbuhnya.

Dari ketiga agenda penting tersebut, menurut AKBP Donny, kepolisian beserta pihak TNI tidak mungkin dapat menjaga suasana yang kondusif wilayah tanpa dukungan semua pihak. Terutama pihak kampus, mahasiswa dan mahasiswi.

AKBP Donny menambahkan, melalui acara cangkrukan tersebut, diharapkan berbagai aspirasi dan masukan para mahasiswa terwadahi. Selain itu, acara itu menjadi media sharing informasi apa pun bersama mahasiswa beserta problem di lingkungan terdekat mereka.

”Barangkali kami bisa segera membantu menindaklanjuti ke depannya,” ucapnya.

Kesempatan tersebut pun tidak disia-siakan perwakilan UNAIR Banyuwangi. Mereka melaporkan perihal keamanan kampus dan lingkungan sekitar kampus, terutama di Kampus UNAIR Banyuwangi Sobo. Sebab, akhir-akhir ini banyak sekali laporan mahasiswa yang kehilangan beberapa barang seperti helm, bahkan motor. Kabar baiknya, sejumlah laporan itu langsung ditanggapi dan direspons Polres Banyuwangi.

Sementara itu, Bayu Alfian sangat mengapresiasi acara OSING oleh Polres Banyuwangi tersebut. OSING, lanjut dia, sangat penting digelar. Banyak potensi isu diskusi yang bisa mahasiswa lakukan bersama polisi. Khususnya terkait komitmen mahasiswa soal keterlibatannya dalam menjaga keamanan lingkungan.

”Acara yang sangat bagus. Saya sangat mengapresiasi program yang diadakan Polres Banyuwangi ini. Dengan adanya kegiatan ini, kita sebagai mahasiswa akan semakin dekat dengan aparat kepolisian dan itu merupakan langkah yang baik. Mahasiswa diajak berdiskusi, saling bertukar ide dan gagasan  bersama terkait berbagai hal penting,” ujarnya.

”Jadi, harapannya ke depan antara mahasiswa dan aparat kepolisian dapat bersinergi untuk mewujudkan Banyuwangi yang semakin tertib, aman, dan damai. Terlebih menjelang diselenggarakannya pilpres, pileg, dan pilkada serentak tahun 2019,” tambah Bayu. (*)

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook10Tweet about this on Twitter0Email this to someone