RSUA Sambut Rapat Kerja dan Seminar Nasional DPP PERTALINDO Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
RS UNAIR
Sambutan dari , Prof. Dr. Nasronurdin, Sp. PD., KPTI-FINASIM saat pembukaan rapat kerja DPP PERTALINDO Jawa Timur dan Seminar Nasional. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Aula Dharmawangsa, Rumah Sakit UNAIR (RSUA), jadi tempat dilaksanakan Rapat Kerja dan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (PERTALINDO) Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Jawa Timur. Acara yang sukses terselenggara pada akhir minggu ketiga September (22/09) ini membahas tentang ‘Kebijakan, Regulasi, & Pengolahan Limbah B3 Indonesia’ yang diketuai oleh Sudarmaji, S.KM., M.Kes., dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), UNAIR.

Sudarmaji menjelaskan dalam sambutannya, permasalahan terkait limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) masih menjadi hal yang menarik untuk dibahas dan dikaji. Karena sejalan dengan perkembangan jaman, pemenuhan manusia yang semakin beragam dan beranekaragam maka limbah B3 menjadi lebih banyak.

“Dalam seminar ini kita akan berdiskusi tentangkebijakan, regulasi, dan pengolahan limbah B3 di Indonesia pada umumnya dan secara khusus pada limbah medis,” terang Sudarmaji.

Sebagai perwakilan PERTALINDO DPP Jawa Timur, Dr. Edy Wiyono, S.T., M.T, menjelaskan urgensi limbah B3 di Jawa Timur  bahwa sekarang Jawa Timur sedang darurat B3 sebagai latar belakang kondisinya.

“Sumber limbah B3 dari rumah sakit cukup banyak  sehingga butuh pengolahan yang besar dan benar,” tutur Edy.

Edy, ketua umum PERTALINDO DPP Jawa Timur, berharap pertemuan pagi sampai sore ini dapat memberikan manfaat untuk semua. Tak hanya itu, peningkatan pelayanan masyarakat dalam penyusunan dokumen lingkungan semakin baik, salah satunya di rumah sakit.

Turut dihadiri Dr. Ir. Titien Setiyo Rini, M.T., sebagai perwakilan DPN PERTALINDO wakil sekretaris jendral bidang organisasi dan tata laksana. Titien mengaku sangat bangga acara ini dapat terlaksana dengan waktu yang tidak lama dan bisa menghasilkan suatu acara yang semangat dan bersama.

“Saya bangga ditugaskan hari ini dan melihat kerja keras panitia dalam mewujudkan acara ini,” tutur Titien.

Kesempatan yang bagus ini tak disia-siakan UNAIR, khususnya RSUA dalam bekerja sama. Dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Nasronurdin, Sp. PD., KPTI-FINASIM., Nasronurdin menyambut gembira dan membuka diri untuk para peserta serta PERTALINDO yang ingin bekerja sama dengan RSUA. Karena dengan hadirnya pakar ini semua pasti tepat dan penting untuk menyelesaikan permasalahan limbah B3.

“Karena Kita dihadirkan di Indonesia ini untuk menyelesaikan masalah bukan membuat masuk,” ungkap Nasronurdin.

Nasronurdin menambahkan, RSUA sebagai rumah sakit pendidikan dibawah naungan Kemenristekdikti ini terbuka untuk semua, kalau mau penelitian bersama atau pendidikan, bisa digunakan.

“Tidak dimungkinkan akan muncul luaran produk tinggi dari penelitian ataupun pendidikan yang dilakukan,” tutur Nasronurdin.

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu