Periksa Kuda Warga, FKH UNAIR Banyuwangi  Gelar EQUINE CARE

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PELAKSANAAN pemeriksaan kuda oleh pemilik kuda bersama dokter hewan dari PDHI pada Sabtu (22/9). (Foto: Ricky Eka Sucita)
PELAKSANAAN pemeriksaan kuda oleh pemilik kuda bersama dokter hewan dari PDHI pada Sabtu (22/9). (Foto: Ricky Eka Sucita)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi kembali menyelenggarakan ”EQUINE CARE” terhadap kuda di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (22/9). Berlokasi di Balai Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, kegiatan tersebut menghadirkan supervisor dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan beberapa perwakilan dosen FKH UNAIR Banyuwangi.

Ketua Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) PSDKU UNAIR Banyuwangi Khoirul Arifin mengungkapkan, seluruh tim melakukan pemeriksaan sekaligus pengobatan kuda yang mengalami sakit. Sebelumnya, tim menghimbau masyarakat yang memiliki kuda membawa piaraannya ke Balai Desa Patoman.

”Kami menghadirkan empat supervisor profesional dari PDHI untuk membantu penanganan kudanya,” katanya.

Sehari sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian, seluruh panitia mendapatkan pembekalan dari Ragil Angga P., drh., M.Si, salah seorang dosen FKH Banyuwangi, pada Jumat (21/9). Tahun ini merupakan tahun ketiga.

”Pertama dulu di Kecamatan Licin, kedua di Kecamatan Wongsorejo. Keduanya lebih mengarah pada hewan ruminansia, terutama sapi, kambing, dan domba. Sedangkan yang ketiga ini, kami memilih untuk menyasar ke kuda,” ungkap Khoirul saat ditemui tim UNAIR NEWS.

Blimbingsari dipilih tim.  Pemilihan itu dilakukan Setelah digelar beberapa analisis situasi. Tim menemukan di Kecamatan Blimbingsari, banyak penduduk yang memelihara kuda. Kebanyakan penduduk mengggunakannya untuk kencak, nama tarian tradisional yang dilakukan kuda. Ada pula yang digunakan sebagai kuda pacuan dan untuk menarik delman.

”Selama kegiatan berlangsung, pemilik kuda diajarkan untuk melakukan pemeriksaan pada kuda didampingi mahasiswa dan supervisor. Bila didapati kuda mengalami keluhan, pemilik juga diajari cara pengobatannya secara langsung,” ungkap Khoirul.

Hampir semua pemilik kuda mengeluhkan kudanya gatal-gatal karena jamur dan sakit pada kaki. Tepatnya di bagian kuku. Sakit di kuku kuda dapat diakibatkan dari sanitasi kandangnya yang buruk. Termasuk karena tapal kudanya yang terlalu keras atau lantai kandangnya lembab atau becek.

”Di tengah-tengah kegiatan pemeriksaan, ada seekor kuda yang didampingi pemiliknya menunjukan kebolehannya menari Kencak. Hal itu menjadikan hiburan tersendiri bagi kami,” ujarnya. (*)

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Berita Terkini

Laman Facebook

Artikel Populer
Close Menu