HUDHA Abdul saat memberikan paparannya terkait tips dan trik raih beasiswa kepada para peserta SEMPOA di Aula Amerta (23/9). (Foto: Istimewa)
HUDHA Abdul saat memberikan paparannya terkait tips dan trik raih beasiswa kepada para peserta SEMPOA di Aula Amerta (23/9). (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sebagai seorang mahasiswa, meraih beasiswa merupakan salah satu impian. Sebab, dengan memperoleh beasiswa, mahasiswa dapat membantu orang tua dalam hal pembebasan biaya kuliah.

Meski demikian, setiap beasiswa memiliki proses dan mekanismenya masing-asing. Banyak sekali beasiswa yang ditawarkan di perguruan tinggi. Mulai dari instansi pemerintah hingga swasta.

Menurut Hudha Abdul, salah seorang pembicara dalam acara Seminar dan Expo Beasiswa (SEMPOA) di Aula Amerta Kampus C UNAIR, ada tiga tahap atau pilihan setelah lulus sarjana. Tiga hal tersebut adalah bekerja, menikah, atau melanjutkan studi.

Bagi sebagian mahasiswa, melanjutkan studi terkadang menjadi suatu keinginan. Namun, itu juga menjadi hambatan lantaran biaya. Hudha menyatakan bahwa, hal itu tidak perlu dikhawatirkan.

Sebab, banyak opsi beasiswa yang sebenarnya ditawarkan pemerintah. Salah satunya adalah beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dalam LPDP, ada dua jalur yang dapat dipilih, yakni umum atau afirmasi.

Memulai persiapan sedini mungkin merupakan salah satu hal yang penting untuk memperoleh beasiswa. Selain itu, mengikuti berbagai kompetisi dan kemampuan public speaking menjadi hal yang perlu diperhatikan. Alur seleksi LPDP meliputi Administrasi, Assessment Online, Essay on The Spot, Leaderless Group Discussion, dan wawancara.

”Bukan hanya itu, harus ada usaha untuk mencapat target. Diperlukan niat. Bukan hanya untuk sekadar mencoba, tapi untuk meraihnya. Pikirkan sesuatu yang positif karena Tuhan mengabulkan prasangka hambanya sebagai umpan,” ujar Hudha.

”Saat wawancara bawa prestasi atau karya yang sudah diraih. Bukan hanya soal piala, medali, dan sebagainya. Bisa juga dengan bentuk kontribusi, misalnya saja dampak positf dari kontribusi langsung yang kita lakukan,” imbuhnya.

Tips dan trik selanjutnya adalah mencintai bidang yang ditekuni dan menjadi berbeda dengan orang lain. Tidak terlalu percaya diri, tapi juga tidak pasif. Selain itu meningkatkan soft skill bahasa secara otodidak dan menjaga konsistensi. (*)

 

 

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone