FPK
Penanaman bibit pohon bakau di pesisir pantai Kampe - Banyuwangi (Foto: Bastian Ragas)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Coastal Area Care 2018 yang telah dilaksanakan pada Sabtu (29/9) kemarin, telah capai tahun ke-3. CAC merupakan program kerja dari departemen pengabdian masyarakat Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Kegiatan masyarakat yang berbasis lingkungan dengan melibatkan masyarakat intern dan ekstern kampus serta kepemerintahan secara aktif tersebut, konsisten tetap mengabdi untuk masyarakat pesisir pantai Kampe, Wongsorejo, Banyuwangi.

“Tujuan dari CAC ini adalah untuk menjaga dan memperbaiki kondisi lingkungan serta meningkatkan semangat masyarakat untuk menjaga lingkungan,” tutur Firman Hidayatullah, ketua pelaksana CAC 2018.

Berbeda dengan CAC tahun 2016 dan 2017, CAC 2018 memiliki serangkaian kegiatan yang lebih sedikit, namun tetap fokus pada permasalahan yang paling penting di pesisir pantai Kampe. Kegiatan yang dilakukan pada CAC tahun 2018 yaitu, edukasi, cangkok cemara dan penanaman pohon bakau. Ketiga kegiatan tersebut tetap dilakukan karena dirasa masih kurang maksimal hasilnya di pesisir pantai Kampe.

“Banyak orang bertanya, mengapa CAC kok dilaksanakan di pantai Kampe terus ?, karena kami rasa hasil dari CAC tahun pertama dan kedua masih belum maksimal terasa oleh masyarakat Kampe, oleh karena itu di CAC tahun ini tetap kami laksanakan di Kampe. Kami juga sudah terlanjur memilih pantai Kampe, jadi ya harus bertangung jawab,” imbuh mahasiswa FPK 2016 tersebut.

Tidak hanya dihadiri oleh civitas Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR saja, CAC 2018 kemarin juga dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari Dinas Perikanan dan Pangan kabupaten Banyuwangi, komunitas pecinta alam/lingkungan di Banyuwangi, perwakilan setiap fakultas di PSDKU, serta masyarakat pantai Kampe.

Bersama masyarakat pesisir Kampe, peserta CAC 2018 melakukan cangkok cemara udang yang dipandu oleh bapak Suciyono, S.St.,Pi., MP., salah satu dosen FPK UNAIR Banyuwangi. Tidak hanya melakukan cangkok secara praktik saja, dosen yang biasa dipanggil bapak Suci tersebut juga menyampaikan informasi-informasi dan ilmu pengetahuan seputar cangkok cemara udang. Sebelumnya, peserta CAC dibagi menjadi dua, ada yang di bagian cemara dan pesisir pantai.

Oleh karena itu, disisi lain peserta juga melakukan penanaman pohon bakau di pesisir pantai kampe yang mencapai kurang lebih 300 bibit bakau. Kegiatan konservasi tidak hanya sampai pada dua kegiatan tersebut, sembari kembali ke titik kumpul yang jaraknya lumayan jauh dari tempat pelaksanaan cangkok dan penanaman bakau, selama perjalanan panitia memberikan tugas kepada peserta CAC untuk memunguti sampah yang ada di sekitar mereka dan dikumpulkan pada trashbag yang sudah disediakan. Setelah itu, barulah diadakan sesi edukasi tentang konservasi dan pemanfaatan potensi alam, serta penampilan setiap angkatan FPK di titik kumpul atau panggung.

“Saya berharap setelah CAC 2018 ini dapat terwujud lingkungan yang seimbang, serta masyarakat yang sadar akan pentingnya mengelola dan menjaga lingkungan. Dan juga harapan saya untuk CAC tahun depan tetap ada, lebih banyak masyarakat yang mengikuti agar lebih banyak masyarakat yang sadar, semangat, dan berperan aktif dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan,” pungkas Firman.

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone