Dua Mahasiswa UNAIR Raih Juara 2 Lomba Debat di Kuala Lumpur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Olivia Firsta Flora Cantika mahasiswa jurusan Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2016 (paling kanan) dan Devi Salsabila mahasiswa jurusan Hukum 2016 (nomor 2 dari kanan) berhasil berhasil menjadi Runner Up dalam kompetisi Taylor Debate Open yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan datang dari dua mahasiswa Universitas Airlangga yaitu Olivia Firsta Flora Cantika mahasiswa jurusan Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2016 dan Devi Salsabila mahasiswa jurusan Ilmu Hukum angkatan 2016. Keduanya berhasil menjadi Runner Up dalam kompetisi Taylor Debate Open. Kompetisi tersebut dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu-Senin, (2-3/9).

Olivia menuturkan, sebelum dapat mengikuti kompetisi di Malaysia, ia dan rekannya telah lebih dahulu menang dalam kompetisi debat tingkat nasional yaitu BAWOR Novice Cup. Bertempat di Universitas Surabaya, keduanya berhasil meraih juara 2 serta best speaker.

“Dari presatasi itu kami mendapat beasiswa yang mengantarkan kami untuk mengikuti kompetisi di tingkat internasional yaitu Taylor Debate Open,” tambahnya.

Terkait peserta, Olivia mengatakan, dikarenakan kompetisi tersebut bersifat “open”, maka selain berasal dari Malaysia, juga banyak diikuti oleh negara di Asia, seperti Indonesia, Singapura, Jepang, dan negara Asia lainnya. Terhitung, tim yang ikut dalam kompetisi tersebut sebanyak 64 tim.

Kompetisi debat itu, lanjut Olivia, menggunakan sistem british parliamentary, yang mana satu tim beranggotakan dua orang debater. Pada kompetisi itu, terdapat 5 round babak penyisihan untuk menentukan 8 tim yang berhak masuk pada babak semifinal.

Olivia Firsta Flora Cantika mahasiswa jurusan Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2016 saat kompetisi di Kuala Lumpur. (Dok. Pribadi)

“Setelah babak semifinal akan muncul 4 tim yang berhak masuk ke babak grandfinal,” tambahnya.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta dipersilahkan untuk mendebatkan mosi-mosi terkait segala jenis topik. Mulai dari hubungan internasional, politik, perubahan sosial, seni hiburan, dan agama.

“Bahkan pada kompetisi tersebut juga mengangkat topik yang berkaitan dengan filosofi,” tambahnya.

Olivia mengaku senang dan kaget atas capaian yang telah ia raih. Sebab, ia dan rekannya baru pertama kali mengikuti kompetisi debat di tingkat internasional.

Sebelum perlombaan, Olivia tidak berani untuk berekspektasi terlalu tinggi. Mengingat, saingan debater dalam kompetisi tersebut merupakan debater veteran yang sudah berpengalaman dalam kancah internasional. Bahkan siswa setingkat SMA yang mengikuti kompetisi tersebut juga memiliki skill yang setara dengan debater tingkat mahasiswa.

“Jadi kita di awal tidak ada target tertentu. Ya just let it flow saja dan fokus pada setiap round. Tapi tidak menyangka bisa sampai grandfinal dan bersyukur bisa bawa pulang oleh-oleh piala,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu