Bikin Aerial Video 18 Objek Iconic Surabaya, Gigih Sabet Juara 3

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prestasi
M. Gigih Prayoga ketika bersiap mengambil pemandangan dengan Drone untuk perlombaan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – M. Gigih Prayoga A. sabet juara 3 Lomba Video Singkat. Mengambil tema “Surabaya From Above”, perlombaan ini merupakan lomba video yang memiliki cakupan wilayah pendaftarnya adalah se-Jawa Timur. Lomba yang diselenggarakan oleh Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini tidak ada batasan usia untuk menjadi peserta.

“Untuk cakupan usia yang diperbolehkan untuk ikut tidak ada. Baik pelajar, mahasiswa, umum boleh mengikuti,” tutur Gigih mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNAIR itu.

Gigih menuturkan, tema yang diusung di perlombaan itu sangat membuatnya tertarik. Pasalnya, pada video yang dibuatnya seluruh latar belakang yang digunakan haruslah menampilkan spot-spot di Kota Surabaya. Pengambilan video juga diwajibkan menggunakan kamera drone (pesawat tanpa awak, red) atau Gigih menyebutnya aerial video.

“Tak hanya temanya, hadiah yang ditawarkan juga sangat menarik, cukup besar untuk didapatkan,” ungkap Gigih.

Untuk mencapai juara saat ini, Gigih harus mengikuti proses seleksi sebelumnya dengan mengirimkan hasil karyanya via email dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan di panduan.

“Waktu itu deadline pengumpulan video paling lambat 30 Agustus pukul 16.00. Dua minggu kemudian, tepatnya 14 September pengumuman juara muncul,” terang Gigih.

Dalam penyeleksian sampai pengumuman, Gigih dan peserta yang lain tidak ada proses kompetisi lebih lanjut tetapi langsung diumumkan. Setelah mengetahui mendapat juara 3 Gigih mengambil hadiahnya melalui kantor Humas Pemkot Surabaya.

“Proses penyerahan atau pengambilan cukup pergi ke kantornya, tidak ada ceremony atau sejenisnya untuk menyambut para juara,” jelas Gigih.

Sedikit bercerita tentang proses pembuatan video, Gigih mengungkapkan hambatan yang ia alami. Pada proses pre-produksi, ia sulit memutuskan ingin mengangkat konsep sejarah ataukah tempat iconic yang menjadi ciri khas Surabaya.

“Bimbang saat memilih lokasi sebagai objeknya, karena memang sangat banyak yang bisa dijadikan referensi,” ungkap Gigih.

Setelah memutuskan mengangkat konsep keindhaan 18 tempat iconic di Surabaya dengan sudut pandang berbeda dari atas Gigih mengaku sempat muncul hambatan lagi. Tempat yang dipilihnya beberapa ada yang sedang dalam kondisi renovasi, meskipun langkah awal ia telah survey sebelumnya.

Bersyukur tidak terjadi kendala saat proses post-produksi, Gigih menjelaskan bahwa video yang dibuatnya memang layak mendapatkan juara melalui segi pengambilan angle yang dilakukannya. Menurutnya juga selera juri sesuai dengan video tersebut.

“Selanjutnya harapan saya akan lebih banyak lomba aerial video di Surabaya dan setelah lomba ini bakat yang saya miliki jauh lebih berkembang,” tuturnya.

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu