“BURSA BUKU SEKEN” Kembali Hadir di Perpustakaan UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Buku Seken
Bursa Buku Seken di Perpustakaan Kampus B UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Perpustakaan Universitas Airlangga menggelar  “BURSA BUKU SEKEN” pada  (18-20/09). Bertempat di Lobi Perpustakaan Kampus B UNAIR, bazar dimulai dari pukul 10.00-15.00 WIB. “BURSA BUKU SEKEN” sendiri sudah keempat kalinya diadakan dan merupakan salah satu program kerja Perpustakaan UNAIR.

“BURSA BUKU SEKEN selalu diadakan pada bulan Febuari dan September karena disitulah bulan-bulan awal mahasiswa butuh banyak buku untuk referensi,” tutur Agung Budi Kristianto, selaku Humas Perpustakaan UNAIR

Agung mengatakan BURSA BUKU SEKEN bertujuan untuk mewadahi mahasiswa yang memiliki wirausaha menjual buku. Hal itu secara tidak langsung dapat memperluas ranah penjualan bagi mahasiswa. Sehingga peluang para mahasiswa untuk berhasil berwirausaha lebih besar.

“Tagline kita adalah dari, oleh, dan untuk mahasiswa. Kami di sini tidak memungut biaya sewa kepada mahasiswa. Sebaliknya, kami turut membantu promosi penjualan buku,” lanjutnya.

Noa Dhegaskan merupakan salah satu penjual buku di BURSA BUKU SEKEN. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya BURSA BUKU SEKEN. Menurutnya, penjualan buku semakin laris sekaligus banyak dikenal terutama di kalangan mahasiswa. Noa juga mengaku gemar membahas sastra bersama teman-temannya. Berawal dari situ, Noa akhirnya menjadi kolektor buku. Selain itu Noa sering bertukar buku dengan temannya untuk dibaca.

“Ketika bertukar buku terkadang kepemilikan buku tidak jelas, akhirnya buku-buku yang tadi sudah dibaca menumpuk. Dari situlah niatan untuk menjual buku muncul,” tutur Noa.

Noa mengatakan beberapa buku yang dijual kebanyakan adalah sastra seperti, Sudesi karya Arswendo Atmowiloto, Percakapan Burung-Burung karya Nurul Hanafi, Hari Anjing-Anjing Menghilang karya Umar Affiq, Seumpama Matahari karya Arafat Nur, Cinta Indoensia Setengah Oleh Kompasiana, dan masih banyak lagi.

“Harga buku yang dijual tidak mahal, kami patok setengah dari harga aslinya,” lanjutnya

Arti buku bagi Noa adalah katarsis. Buku menjadi salah satu cara menyalurkan emosi yang terpendam. Sebagai pelepasan kecemasan dan ketegangan dalam diri masing-masing.

“Kalau saya katakan buku adalah jendela dunia itu terlalu klise, menurut saya buku adalah katarsis. Saat masalah datang silih berganti, buku adalah suatu tempat untu berlari” pungkas Noa.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu