Foto bersama Ketua UNAIR Mengajar (dua dari kiri) dan Presiden BEM UNAIR (paling kanan) bersama ketua RT setempat usai acara syukuran opening rumah belajar baru di di Jalan Kedungturi 2 RT 02 RW 08, Kelurahan Kedungdoro, Kec. Tegalsari Surabaya. (Dok. Pribadi)
ShareShare on Facebook9Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kondisi pendidikan yang cukup memprihatikan di daerah Kedungturi, Surabaya, hingga banyaknya kasus pengguna dan pengedar narkoba menjadi salah satu latarbelakang berdirinya rumah belajar baru di daerah tersebut. Rumah belajar itu dipelopori oleh Badan Semi Otonom (BSO) UNAIR Mengajar dan Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR.

“Inisiatif baik dari Ketua RT, warga sekitar, juga pihak kelurahan, didukung semangat mereka untuk memikirkan masa depan anak-anak wilayah Kedungturi. Dan tentunya, kesiapan mereka mendukung penuh adanya kegiatan rumah belajar di lingkungannya,” jelas Farid, Ketua Umum Scolah UNAIR Mengajar.

Acara grand opening sekaligus syukuran berlangsung pada Jumat (14/9), di Jalan Kedungturi 2 RT 02 RW 08, Kelurahan Kedungdoro, Kec. Tegalsari, Surabaya. Nama Rubel (rumah belajar) AKBAR dipilih dengan alasan kata tersebut merupakan akronim dari Ayo Kita Belajar.

“Nama ini hasil istikharah Pak Boedi Prasetya yang merupakan Ketua RT. Awalnya AKBAR merupakan akronim dari Anak Kedung Turi Belajar. Namun, setelah dirasa anak daerah luar Kedungturi juga bisa ikut dalam program rubel ini, akhirnya diganti makna akronimnya menjadi Ayo Kita Belajar. Dan kalimat itu bisa dijadikan kalimat kampanye persuasif kepada warga sekitar serta anak-anak,” tambah Farid.

Tak bekerja sendiri, tim UNAIR Mengajar dibantu beberapa pihak dalam menjalankan program ini. Jalinan kerja sama antara lain dengan pengurus RT, serta kerjasama dengan JW Marriot.

“Pihak JW Marriot siap mendukung dan membantu kebutuhan kegiatan fokas itu nantinya. Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi tempat pengajaran, tempat yang disediakan adalah pelataran mess pekerja JW Marriot bagian security,” jelas Farid.

“Saya bersyukur mendapat respon positif dari ibu-ibu PKK dan pengurus RT. Hal ini terlihat saat pembukaan kemarin warga dan anak-anak senang dan antusias dengan adanya rumah belajar di lingkungannya. Serta, adanya dukungan penuh dari pihak BEM UNAIR terlebih setelah melihat apa yang dilakukan SCOLAH-UNAIR Mengajar dengan pembuakaan Rumah Belajar AKBAR ini,” tambah mahasiswa prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR itu.

“Semoga kegiatan di Rumah Belajar Akbar bisa memenuhi kebutuhan dan harapan dari warga sekitar. Serta, untuk internal SCOLAH-UNAIR Mengajar, semoga dengan adanya Rumah Belajar baru dapat memberi tambahan semangat dan semakin bangga menjadi anggota SCOLAH-UNAIR Mengajar,” pungkasnya. (*)

Penulis : Wiwik Yuni Eryanti Ningrum

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook9Tweet about this on Twitter0Email this to someone