DELEGASI UKM Tapak Suci UNAIR meraih sepuluh medali pada ajang Airlangga Tapak Suci University Open International Championship. (Foto: Istimewa)
DELEGASI UKM Tapak Suci UNAIR meraih sepuluh medali pada ajang Airlangga Tapak Suci University Open International Championship. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci baru saja menggelar kejuaraan pencak silat bertajuk Airlangga Tapak Suci University Open International Championship pada Rabu (12/9) hingga Minggu (16/9). Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC), ajang berskala internasional tersebut diikuti 260 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Sebagai tuan rumah kegiatan, Tapak Suci UNAIR  turut mengirimkan delegasi untuk mengikuti kejuaraan TERSEBUT. Tercatat, UNAIR berhasil menyabet sepuluh medali kejuaraan. Yakni, 5 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Dengan perincian, Juara I Seni Ganda Tangan Kosong Berenjata Putri; Juara I Seni Ganda Tangan Kosong Bersenjata Putra; Juara I Kategori Tanding Kelas Bebas Beregu Putri; Juara I Kategori Tanding Kelas Bebas Beregu Putra; Juara I Seni Beregu; Juara I Kategori Tanding Kelas F Putri; Juara II Kategori Tanding Kelas B Putra; Juara II Kategori Tanding Kelas B Putri; Juara III Ganda Tangan Kosong Putra; Juara III Ganda Bersenjata Putra; dan Juara III Kategori Tanding Kelas E.

Galuh Purwaningsih selaku manajer atlet UKM Tapak Suci UNAIR menyatakan, sebelum mengikuti pertandingan, para atlet harus melalui seleksi ketat dan latihan bersama secara intensif. Dia menambahkan, adanya ajang tersebut dapat memberikan kesempatan bagi para atlet pencak silat Indonesia untuk mengasah dan mengembangkan potensi diri.

”Latihan bersama rutin dilakukan. Setelah itu, para atlet UKM Tapak Suci diseleksi sesuai dengan kelas atau kategori pertandingan,” paparnya.

”Semoga selalu ada penyelenggaraan event semacam ini di manapun tempatnya. Supaya atlet-atlet Indonesia tetap jaya dan berkembang pesat dalam mengharumkan nama almamater maupun perguruan bela diri Tapak Suci,” imbuhnya.

Selain menggelar pertandingan, acara tersebut mengundang Kepala Pelatnas Pencak Silat Asian Games 2018 Dr. Roni Syaifullah, M. Pd dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebagai pemateri dalam seminar yang diselenggarakan pada Kamis (13/9). Seperti diketahui, Roni Syaifullah merupakan sosok di balik keberhasilan kontingen pencak silat Indonesia yang berhasil menorehkan 14 emas di ajang Asian Games 2018. Pada kesempatan tersebut, dia berbagi ilmu dan pengalamannya di dunia seni bela diri melalui materi berjudul Membangun Bangsa dengan Spirit Olimpisme. (*)

Penulis: Zanna Afia Deswari

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone