SALAH seoranag pemateri memberikan paparan dalam sosiaisasi keilmuan dan keilmiahan. (Foto: Istimewa)
SALAH seoranag pemateri memberikan paparan dalam sosiaisasi keilmuan dan keilmiahan. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat (B-PHA) PSDKU UNAIR di Banyuwangi kembali meluncurkan program untuk meningkatkan kemampuan keilmuan dan keilmiahan mahasiswa. Tepatnya program itu dilaksanakan pada Rabu (12/9).

Kegiatan sebagai program kerja Divisi Intelektual & Application (In-App) BPHA UNAIR itu bertajuk Sosialisasi Keilmuan dan Keilmiahan. Tepatnya berusaha mengupas secara mendalam mengenai alur Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan pemilihan mahasiswa berprestasi (Mawapres).

Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir, dan kerencanaan dalam bertindak. Berpikir kritis serta bertindak dengan cepat dan tepat diharapkan dapat melekat pada diri setiap mahasiswa.

Mahasiswa dituntut memiliki pengetahuan akademis, keterampilan berpikir, serta kemampuan berkomunikasi yang baik dan bertindak secara kreatif. Kegiatan sosialisasi keilmuan serta keilmiahan itu merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengasah berbagai kemampuan tersebut.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang A101, Kampus Sobo, PSDKU UNAIR di Banyuwangi. Hadir sebagai pemateri Muhammad Thohawi EP, drh., M.Si, pembina keluarga pembina organisasi Garuda Sakti sekaligus koordinator PKM PSDKU UNAIR di Banyuwangi.

Thohawi menuturkan, dalam hal PKM, mahasiswa PSDKU UNAIR di Banyuwangi selalu menyumbangkan cukup banyak proposal yang lolos dengan proporsi yang meningkat setiap tahunnya. Kemarin, misalnya. Saat program penerimaan hibah PKM 2018, dari 110 tim yang lolos dari UNAIR, sebanyak 11 timnya berasal dari UNAIR Banyuwangi.

”Proporsi itu cukup besar, bandingkan saja ada berapa fakultas di UNAIR Surabaya. Hanya ada 99 tim yang lolos pendanaan dari sekian ribu mahasiswa,” ujarnya.

”Di UNAIR Banyuwangi, hanya ada empat program studi yang kurang lebih jumlah mahasiswanya hanya hanya sekian ratus bisa menyumbangkan 11 tim,” tambah dosen progam studi kedokteran hewan itu.

Menambahkana pernyataan tersebut, Ketua Garuda Sakti PSDKU UNAIR di Banyuwangi Anjani Marisa  mengakui bahwa semangat mahasiswa UNAIR Banyuwangi di bidang PKM memang kuat. Idenya sangat kreatif.

”Sasarannya mulai atas Gunung Ijen sampai ke pesisir pantai Ada semua,” katanya.
”Untuk bidang mawapres memang masih lemah jika bersaing dengan Surabaya. Sebab, di sini masih belum difokuskan untuk ke situ,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Sosialisasi keilmuan dan keilmiahan Meirna Mega Rizki mengungkapkan bahwa sasaran utama kegiatan itu adalah mahasiswa baru. Atas penyelengaraan kegiatan tersebut, mereka diharapakan bisa mengenal sejak dini tentang PKM dan Mawapres.

Dengan begitu, mereka bisa memempersiapkannya lebih awal. Selain itu, mahasiswa semester III dan V diikutkan agar dapat membangun kekompakan dalam pemahaman dan pengembangan ide saat menyusun proposal.

”Terlebih, PKM ini kan wajib buat Maba (Mahasiswa baru, Red). Jadi, sebisa mungkin kami ingin membekali mereka sebelum terjun menyusun proposal. Sedangkan untuk mawapres, harapannya tahun depan, ada yang bisa sampai ke seleksi universitas. Sejauh ini hanya bisa sampai tingkat fakultas saja yang lolos,” tambah Meirna. (*)

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone