HIMAPOL
Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo saat menyampaian materi dalam Kongres HIMAPOL ke-IV. (Foto: Nuri Hermawan)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, didapuk menjadi tuan rumah Kongres HIMAPOL Indonesia ke-IV. Kegiatan itu akan berlangsung selama sepekan, yakni mulai tanggal 23 hingga 30 September mendatang.

Sebagai serangkaian acara pembuka, Kongres HIMAPOL diawali dengan kegiatan lomba esai dan dibuka secara resmi dengan Seminar Nasional yang mengusung tema “Tantangan dan Masa Depan Pemilu di Indonesia”. Hadir pada seminar yang berlangsung di Aula Amerta UNAIR (24/9), Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo, S.H.

Dihadapan ratusan mahasiswa Ilmu Politik dari berbagai kampus di seluruh Indonesia itu, Mendagri memberikan wawasan seputar konsolidasi demokrasi yang diwujudkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Menurutnya, Pilkada serentak memiliki berbagai hal yang sangat krusial. Terlebih, imbuhnya, tahun ini Pilkada serentak akan dilangsungkan secara bersamaan antara pemilihan presiden dan dewan wakil rakyat.

“Meski kadang kekhawatiran yang dimuat dimedia memungkian terjadi, tapi selama ini alhamdulillah  aman dan bisa berjalan dengan lancar,” tandasnya.

Mengenai hal-hal yang krusial, Tjahjo mengatakan bahwa meski titik krusial yang bakal terjadi saat Pilkada serentak sudah dipetakan, ia juga menegaskan bahwa satu hal yang bakal tetap terjadi adalah maraknya informasi hoaks. Untuk itu, Tjahjo mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan Pilkada serentak mendatang.

“Untuk itu, saya mengajak saudara semua untuk berpartisipasi aktif, tidak melakukan politik uang, dan mari budayajan kampanye ide serta gagasan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof. Nasih yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa masa depan proses demokrasi ada pada putusan yang berlangsung dalam kongres itu. Prof. Nasih juga menenegaskan bahwa mahasiswa merupakan salah satu model bagi masyarakat dalam menjalankan roda demokrasi di Indonesia.

“Karena perubahan dan kesuksesan demokrasi bangsa kita ada di tangan kalian semua. Ingat, lima hingga sepuluh tahun mendatang kalianlah yang akan menjadi tonggak penting demokrasi di Indonesia,” tutur Prof. Nasih.

Penulis: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone