Teknik Lingkungan
Rombongan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNAIR, Dr. Nurina Fitriani, S.T dan Wahid Dianbudiyanto, S.T., M.Sc., dan pemandu tour berfoto bersama setelah berkeliling pabrik. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ingin melihat apa yang dipelajari, mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, adakan kuliah lapangan di PT. Energi Agro Nusantara, Mojokerto. Muhammad Imam Muchlisin, koordinator kuliah lapangan, mengungkapkan, kegiatan itu ada karena akan membantu mahasiswa mengetahui dan melihat kondisi di lapangan sebenarnya.

“Jadi kami tidak hanya pembelajaran di dalam kelas saja. Dengan kuliah lapangan ini kami bisa melihat apa yang telah dan akan kami pelajari,” ungkap Imam.

Rombongan yang didampingi oleh Dr. Nurina Fitriani, S.T., dan Wahid Dianbudiyanto, S.T., M.Sc., itu pergi pada pertengahan September (15/09) ke PT. Energi Agro Nusantara sebagai tujuan utama. PT yang lebih akrab di sebut ‘Enero’ itu merupakan perusahan yang mengolah tetes tebu atau molase menjadi ethanol full grade atau kemurnian 99,5%. Tak hanya itu, perusahaan dengan direktur utama Ir. Izmirta Rachman, MM., itu mengolah hasil samping pembuatan ethanol menjadi pupuk cair hayati (biofertilizer).

“Enero ini bergerak di bidang energi terbarukan dengan bioethanolnya dan berkontribusi menjaga lingkungan dengan produksi bersih (zero waster) yang diterapkan,” tutur Imam.

Imam menambahkan, tak hanya belajar tentang pembuatan bioethanol dan biofertilizer, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah melihat secara langsung Waster Water Treatment Plant (WWTP) atau Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL).

“Melihat secara langsung unit pengolah limbah menjadi kesenangan sendiri bagi kami mahasiswa teknik lingkungan. Kalau kata dosen kami datang ke tempat bak aerasi (aeration tank) itu seperti melihat titik foto,” tutur Imam.

Pada anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) ini menggunakan anaerobic digester atau penguraian aerobik. Yaitu pengolahan hasil samping dengan microorganisme tanpa oksigen yang menghasilkan biogas dan biofertilizer.

Meskipun saat tour mengelilingi pabrik dilakukan pada jam 11 siang, saat terik matahari yang sangat menyengat, dengan semangatnya rombongan dari UNAIR mengikuti dan menanyakan apapun yang muncul dari pikiran mereka serta tak absen untuk mengabadikan diri di tempat tersebut.

“Semuanya berkesan, terlebih saat berada di laguna limbah yang memiliki desain yang cukup unik. Karena jika dilihat dari atas seperti gurun pasir,” terang Imam.

Imam mengaku, kuliah lapangan ini rencananya dilakukan semester lali, tapi karena ada kendala baru dilakukan semester ini. Harapan Imam untuk para rombongan, semua ilmu pengetahuan yang didapatkan dari kegiatan ini dapat bermanfaat kedepannya, baik untuk perkuliahan, magang, PKL, ataupun skripsi.

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone