Peserta KUBA 2018 berfoto bersama Arif Syaifurrisal (lima dari kanan) setelah acara sharing berlangsung. (Foto: Ismatulloh Jihan A.)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Era revolusi industri 4.0 menjadi tantang tersendiri bagi para angatan kerja terutama mahasiswa. Kemajuan tekhnologi membuat manusia tersingkirkan perannya dan digantikan oleh mesin pintar. Dibutuhkan keahlian serta pola pikir yang lebih agar bisa bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Guna mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi masalah tersebut, AUBMO (Organisasi Bidikmisi Universitas Airlangga, Red) melalui Kementerian Kewirausahaan mengadakan acara Komunitas Usahawan Bidikmisi Airlangga (KUBA). Kegiatan itu dilaksanakan pada Minggu (16/9), bertempat di Aula Ikhwan Masjid Nuruzzaman kampus B Universitas Airlangga.

Arif syaifurrisal sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut mengatakan, mahasiswa harus bisa membuat keputusan yang tepat. Sebelum berwirausaha, sebaiknya harus bisa menentukan bisnis yang baik dan bagus. Kedua variabel tersebut merupakan variabel yang tidak bisa dipisahkan.

“Bisnis yang bagus belum tentu baik. Sebaliknya, baik belum tentu bagus juga. Maka dari itu kita harus menentukan dahulu bisnis yang baik dan bagus,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, selain berbagi pengalaman jatuh bangun dalam berwirausaha, Direktur Pustaka satria Airlangga (SAGA) itu juga memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pemasaran, serta produksi.

Sementara itu, Muhammad Faroq selaku Menteri kewirausahaan AUBMO mengatakan, KUBA merupakan salah satu program kerja AUBMO yang mewadahi minat mahasiswa dalam bidang wirausaha. Yang mana, melalui kegiatan itu, diharapkan setelah lulus mahasiswa dapat bersaing serta membuka lapangan pekerjaan.

“Diharapkan dengan sharing pengalaman serta motivasi dari pemateri mahasiswa menjadi lebih bersemangat untuk berwirausaha,” tambah mahasiswa prodi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan tersebut.

Faroq menuturkan, KUBA memiliki beberapa agenda. Di antaranya workshop dan talkshow pada pertemuan pertama guna menggugah semangat mahasiswa Bidikmisi untuk berwirausaha. Setelah itu, selama sebulan, para peserta akan diminta untuk terjun langsung ke lapangan untuk berwirausaha secara berkelompok.

“Nantinya tiap kelompok akan dipandu oleh pendamping kelompok agar proses belajar tersebut dapat berjalan dengan maksimal,” tambahnya.

Faroq menambahkan, untuk memberikan keringan, peserta juga difasilitasi dengan peminjaman modal untuk usahanya tersebut oleh kementrian kewirausahaan. Yang kemudian akan dilaporkan hasil usahanya pada pertemuan kedua tanggal 13 Oktober 2018 nanti, bersamaan dengan workshop dengan tema dan pembicara yang berbeda.

“Setelah mengikuti rangkaian KUBA ini, saya berharap peserta bisa sukses dalam berwirausaha serta membuka lapangan pekerjaan ketika sudah kembali ke daerah masing-masing,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. Najib Rahman

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone