newton fund
PENELITI Universitas Airlangga Prof. Dr. Moh. Yasin, M.Si dan Andy Hamim Zaidan, M. Si, Ph.D (kesatu dan kedua dari kanan) ketika memaparkan penelitiannya di laboratorium Aston Institute of Photonics Technologies (AIPT) Birmingham. (Foto: Retna Apsari)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Pendanaan penelitian dari Newton berhasil diraih oleh Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga. Judul penelitian yang akan dikolaborasikan itu adalah Fiber Optic Sensor for Food Safety”, dan tim penelitinya dipimpin Prof. Dr. Moh. Yasin, M.Si dan anggota Andy Hamim Zaidan, M. Si, Ph.D.

Pada tanggal 10-14 September 2018 lalu telah dilaksanakan diskusi dan pemaparan hasil penelitian serta pembuatan manuscript publikasi untuk dapat diterima di jurnal berimpact tinggi.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. Moh. Yasin dan diskusi dipimpin oleh Dr. Auro Perego yang merupakan salah satu staf postdoctoral dari Italia. Penelitian ini dibawah kendali langsung Direktur Aston Institute of Photonics Technologies (AIPT), Prof. Sergey Turtysin dari Aston University dengan pendanaan sepenuhnya dari United Kingdom (UK).

Andy Hamim Zaidan, M.Sc, Ph.D juga memaparkan kelanjutan kerjasama Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR untuk pengajuan Newton di tahun 2019 dengan judul Plasmonic Sensor for Food Safety dan Medical Application. Penelitian Biofotonika ini sudah jamak dilakukan di FST UNAIR, untuk itu UNAIR berani mengajukan aplikasi penelitiannya di wilayah medis yang merupakan keunggulan perguruan tinggi ini.

newton fund
DELEGASI Universitas Airlangga yaitu Prof. Retna Apsari, Dr. Andy Hamim Zaidan (kesatu dan kedua dari kiri) serta Prof. Moch Yasin (paling kanan) bersama sejawatnya peneliti di Laboratorium AIPT Birmingham. (Foto: Istimewa)

Menurut sumber resmi menjelaskan, potensi yang ada di Departemen Fisika FST UNAIR akan dimaksimalkan di level internasional. Dua judul presentasi yang dipaparkan pada Photonics for Medical Diagnostics Workshop yaitu Fiber Optics Sensor for Heart Rate (Prof. Dr. Moh. Yasin dan tim) dan In vitro Cancer Cells Inactivation using Gold Nano rods Mediated Photo thermal Effect (Prof. Dr. Retna Apsari dan tim) merupakan salah satu bukti awal kemampuan UNAIR di ranah aplikasi medis.

Kedepan, penelitian ini akan dilanjutkan dengan memaksimalkan pengiriman staff dan student outbond melalui post doctoral program dan Multiply Funding untuk mengerjakan penelitian di Aston Institute of Photonics Technologies. Sedangkan penelitian untuk aplikasi food safety sudah berjalan di tahun ini dan akan dilanjutkan  di tahun 2019 untuk optimasi sistem dan aplikasinya.

Cikal bakal kerjasama penelitian dan publikasi ini diharapkan meningkatkan jumlah publikasi dan penambahan peningkatan academic peer list UNAIR. Interaksi delegasi selama di laboratorium Aston Institute of Photonics Technologies (AIPT) Birmingham diharapkan juga membuka peluang untuk kerjasama lanjutan dengan mahasiswa yang mengambil program master, doctoral, juga staf postdoctoral dari berbagai negara seperti China, Malaysia, Rusia, Nepal, India dan Bangladesh.

Kegiatan yang dilakukan delegasi pada 10-14 September 2018 itu merupakan kegiatan laboratorium yang tujuannya untuk mengetahui potensi maksimal yang dipunyai masing-masing perguruan tinggi, agar kolaborasi lebih maksimal.

Satu pengamatan yang paling menarik perhatian tim UNAIR adalah laboratorium yang seluruhnya sudah dilengkapi dengan penjaminan mutu. Good pactices ini yang dapat diimplementasikan oleh Universitas Airlangga untuk peningkatan laboratorium di FST UNAIR pada khususnya, dan di seluruh Universitas Airlangga pada umumnya. (*)

Penulis : Retna Apsari, dari UK.

Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone