Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Predikat wisudawan terbaik menyempurnakan catatan prestasi Vany Fitria selama menempuh pendidikan di Universitas Airlangga. Tercatat Indeks Prestasi Kumulatif 3,89 mampu dibukukannya.

Skripsi Elite Politik Dalam Pengimplementasian Kebijakan Denpasar Sewerage Development Project di Suwung Denpasar memberikan tantangan tersendiri bagi perempuan kelahiran Jakarta, 12 Maret 1996, itu. Bagiamana tidak, ketika turun lapangan di Bali, ia melakukan penelitian dan pengambilan data sendiri dengan mbolang keliling Denpasar berbekal motor pinjaman dari kerabat.

Dalam penelitian tersebut, Vany mengulas bagaimana elite politik, khususnya lokal di Suwung Denpasar, berhasil mengupayakan propaganda kepada masyarakat dan menyukseskan pengimplementasian kebijakan Denpasar Sewerage Development Project yang dicanangkan pemerintah di Denpasar.

”Senang sekali bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat selama kuliah. Dan, melakukan penelitian secara independen di tanah orang (Bali, Red),” kenangnya.

Selain akademik, Vany aktif terlibat di berbagai organisasi. Misalnya, unit kegiatan mahsiswa bidang karawitan, himpunan mahasiswa, serta Paguyuban duta wisata di Sidoarjo dan Jawa Timur. Bukan hanya itu, beragam prestasi mampu dibukukan Vany sejak SMA.

Terbukti dengan catatan Juara I Lomba Modeschau, Deutsche Woche XVII Universitas Negeri Surabaya (2013), Siswa Berprestasi Bidang Non-Akademik di SMAN 1 Gedangan (2014), Tim Debat Terbaik dalam School of Mawapres Universitas Airlngga (2014), Runner-up 1 Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (2015). Termasuk terbaru jadi Yuk Sidoarjo (Duta Wisata Kabupaten Sidoarjo) 2015; Delegates for ASEAN Youth Friendship Network–ASEAN Adventure Camp in Hanoi, Vietnam (2016); Juara III Lomba Debat Nasional Kampung Komunikasi–Universitas Islam Indonesia (2016); Raki Jawa Timur (Duta Wisata Provinsi Jawa Timur) 2017, Favorit Duta Wisata Indonesia 2017, dan Mahasiswa Inspiratif FISIP UNAIR 2018.

”Selalu teringat, dosen favorit saya di departemen politik yang berpesan bahwa semester awal kuliah harus dijadikan momen untuk menciptakan fondasi akademik yang kuat lebih dulu. Terjemahan sederhananya ‘kalau bisa IP dan basic pengetahuan di semester awal harus memiliki fondasi yang kuat,” katanya.

”Ini sebagai bentuk antisipasi ketika mahasiswa nanti terjebak dalam berbagai kesibukan dan lupa dengan tanggung jawab akademiknya,” Kenang peraih Juara I Politics and Governance Days National Debate Competition Universitas Gadjah Mada (2015) itu.

Kepada teman mahasiswa, Vany berpesan melatih kemampuan soft skill melalui wadah organisasi. Sebab, baik akademik maupun non-akademik sama-sama penting. Dan, idealnya seimbang.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone