Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – ”Jiwa saya tergugah ingin mengeksplor lebih banyak hal di bidang penelitian. Tentu hal ini tidak akan terwujud bila saya tidak melanjutkan studi S2 saya,” terang Annise Proboningrat.

Gelar wisudawan terbaik pantas didapat Annise dalam wisuda periode ini. Pasalnya, ia berhasil menyelesaikan studi S2 dalam kurun waktu 1 tahun dengan indeks prestasi komulatif cum laude 3,94. Mengangkat judul tesis Aktivitas Antikanker Nanopartikel Ekstrak Kulit Pohon Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) terhadap Sel Kanker Serviks (HeLa Cell Line) secara in Vitro.

”Saya mengambil studi ilmu vaksinologi dan imunoterapiteka. Program studi ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia,” ucap perempuan pehobi catur itu.

Bagi Annise, untuk bisa melanjutkan studi S2, rasanya seperti mimpi. Sejak kecil, Annise bercita-cita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya,

Dengan ilmu itu, ia berharap mampu membawa kebermanfaatan bagi sesama. Berawal dari kebimbangan Annise lepas menyelesaikan studi S1, melanjutkan pendidikan atau mulai bekerja?, hati Annise dilemma. Sebab, saat bersamaan, adik-adiknta perlu biaya sekolah.

”Semua berkat pertolongan Allah SWT, saya mendapat tawaran beasiswa untuk lanjut studi S2,” ungkapnya.

Ketertarikan Annise di bidang penelitian didapat dari seorang dosen kala dirinya menempuh kuliah S1. Dosen itu merupakan seorang guru besar yang menginspirasinya.

Menurut dia, dosen tersebut tidak hanya menebarkan manfaat dalam dunia pendidikan. Namun, beliau juga menghasilkan produk yang dapat menolong banyak jiwa dari penyakit degeneratif.

Hal itulah yang memotivasi Annise untuk melanjutkan studi S3 sambil melakukan penelitian. Perempuan yang mahir bahasa Jepang itu juga berencana mengikuti program Sandwich di Jepang.

Soal kunci suksesnya, Annise berpesan mahasiswa mengerjakan tugas-tugas kuliah dengan rajin dan tepat waktu. Isi waktu luang dengan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti kuliah umum, seminar, atau pelatihan- pelatihan di laboratorium.

”Ini untuk menambah skill dan ilmu. Jika memungkinkan, persiapkan proposal tesis sejak semester I. Dan, segera lakukan seminar proposal dan penelitian di semester II,” ujarnya. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone