Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – ”Tidak ada orang pandai. Yang ada orang tersebut mau berusaha atau tidak,” tutur Daniswara, mahasiswa FKH angkatan 2014.

Bagi Danis, kerja lembur dan pulang larut malam sudah menjadi makanan sehari-harinya. Berbekal kegigihan dan kemauannya mencapai kesuksesan, pemilik nama lengkap Daniswara Irwanza Akbar ini berhasil meraih predikat wisudawan terbaik pada wisuda periode September 2018 dengan Indeks prestasi komulatif (IPK) 3,72. Laki-laki kelahiran Madiun itu membandingkan reaksi antigenisitas yang diperoleh dari optical density antar perlakuan Whole Virus dan protein S Virus Infectious Bronchitis Strain Lokal dan Massachusetts dengan Indirect ELISA sebagai topik penelitian.

”Perjuangan saya tatkala menggarap penelitian adalah mondar-mandir ke Tropical Disease Center dan Fakultas Sains dan Teknologi mulai pagi menjelang sore. Hingga waktu weekend tetap produktif,” kenang Daniswara.

Meski begitu, dia tak pernah mengeluh. Menurut dia, mahasiswa harus mempunyai semangat yang berdarah-darah untuk mencapai puncak. Terutama hal itu menyangkut tugas akhir. Sebab, kelulusan seorang mahasiswa bergantung pada skripsi. Mahasiswa juga harus menggunakan waktu sebaik mungkin.

”Belajar dengan giat diiringi hati yang ikhlas. Penting sekali bagi mahasiswa untuk mengatur pola belajar secara tepat,” lanjutnya.

Kendala yang dialami Daniswara selama proses kuliah adalah jarak antara tempat tinggal dan kampus yang lumayan jauh. Dia mengaku selalu berangkat satu jam lebih awal sebelum kuliah.

Hal itu membuatnya harus mampu mengatur waktu dengan baik. Terkadang, Daniswara yang sudah pulang ke rumah harus kembali lagi ke kampus karena ada acara mendadak.

”Tempat tinggal saya di Kedurus, Karangpilang. Jaraknya sekitar 16 km,” tuturnya.

Kesibukan Danis selepas ini adalah melanjutkan studi profesi dokter hewan. Lulusan Sarjana Kedokteran Hewan itu dapat meraih gelar dokter hewan setelah menyelesaikan profesi.

Setelah itu, barulah dokter hewan disumpah dan tergabung dalam organisasi profesi. Hal itu juga menentukan apakah seorang dokter hewan layak praktik atau tidak. Ke depan, Daniswara berencana melanjutkan studi program magister di UNAIR jurusan vaksinologi dan imnoterapetika. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Feri Fenoria Rifai

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone