PKPB unair
SEMANGAT DISELA RAPAT para anggota Perkumpulan Karyawan Purna Bhakti Universitas Airlangga. Sabtu (15/9) lalu PKPB melaksanakan rapat anggota mengesahkan AD-ART dan pelantikan pengurus. Disela rapat yang padat, mereka kompak meregangkan saraf dengan gerakan senam tertentu. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Perangkat hukum dalam Perkumpulan Karyawan Purna Bhakti (PKPB) Universitas Airlangga kini semakin lengkap. Setelah setahun diikrarkan dan meraih pengesahan sebagai badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI per 19 April 2018, Sabtu (15/9) kemarin PKPB sukses melaksanakan Rapat Anggota untuk mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART). Selain itu susunan kepengurusan PKPB UNAIR periode 2018-2023 juga diresmikan.

Dalam pleno Rapat Anggota untuk kali pertama ini, hampir seratusan anggota PKPB yang hadir, dengan antusias dan aktif berkontribusi dalam membahas pasal demi pasal dalam AD-ART. Tercatat belasan kali anggota angkat bicara dan interupsi untuk menyampaikan masukan dan usulan baik substansi materi dan koreksi redaksional dalam AD-ART.

”Aku seneng, dan ini membanggakan, biarpun pensiunan tetapi kalau diajak membahas hal yang serius nyatanya juga aktif dan kompak,” komentar Drs. Ec. Hadi Gunawan kepada unair.news. Dalam rapat anggota kemarin ia dipercaya Ketua Umum PKPB UNAIR sebagai ketua sidang.

PKPB unair
DIREKTUR Sumberdaya Universitas Airlangga Dr. Purnawan Basundoro, SS., M.Hum menyampaikan ucapan terima kasih dan jabat tangan dengan Notaris Yayuk Sri Utami, SH., M.Si., M.Kn., usai pembukaan rapat anggota, Sabtu (15/9). (Foto: Bambang Bes)

Ketua Umum PKPB UNAIR Dra. Hj. Kusmawati menjelaskan, rapat anggota ini merupakan keharusan dan konsekuensi dari organisasi yang berbadan hukum, karena harus memiliki AD-ART. Karena itulah pleno anggota ini membahas draft AD-ART yang sudah disiapkan untuk menjadi aturan/pegangan organisasi secara sah.

”Dengan disahkannya AD-ART ini maka sekarang PKPB sudah punya pegangan aturan dalam berorganisasi. Karena itu sebagai pengurus kami mengucapkan terima kasih kepada semua anggota atas kesungguhannya dalam pembahasan AD-ART ini,” kata Bu Wati, panggilan akrabnya.

Pujian juga datang dari Direktur Sumberdaya UNAIR Dr. Purnawan Basundoro, SS., M.Hum., yang membuka resmi Rapat Anggota PKPB ini. Tentang keberadaan PKPB UNAIR ini, Pak Pur, panggilan akrabnya, berterus terang dan minta maaf sebelumnya bahwa pada awalnya ia pesimis paguyuban pensiunan ini akan menjadi organisasi yang resmi berbadan hukum.

”Ternyata dalam perjalanannya tidak sekedar kumpul-kumpul dan arisan, tetapi semakin jauh dan maju sebagai organisasi beneran. Bahkan baru setahun sudah berbadan hukum,” kata Dr. Purnawan, seraya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Notaris Yayuk Sri Utama, SH., M.Si., M.Kn yang membantu pengurusan PKPB UNAIR di Kemenkum dan HAM di Jakarta.

pkpb unair
ANGGOTA PKPB UNAIR diabadikan bersama Direktur Sumberdaya Universitas Airlangga Dr. Purnawan Basundoro, SS., M.Hum (tengah). (Foto: Bambang Bes)

Menurut Direktur Sumberdaya UNAIR ini, konsep PKPB ini luar biasa. Ia menunjuk Pasal 5 Anggaran Dasar bahwa maksud dan tujuan PKPB ini agar anggota supaya tetap dapat berinteraksi secara sosial, sehingga dapat hidup bahagia, tentram dan damai, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

”Itu misi yang luar biasa. Karena manuju hidup yang bahagia, tenteram, dan damai, itu merupakan hakikat kehidupan itu sendiri. Apalagi kemudian sifat perkumpulan ini persaudaraan abadi sepanjang masa dengan semboyan SEDULURAN SAKLAWASE. Mungkin ini satu-satunya organisasi resmi yang seperti ini,” tambah Dr. Purnawan Basundoro.

Untuk itu ia mengajak semua anggota PKPB untuk menjaga organisasi ini langgeng selamanya. Ia yakin dengan berorganisasi secara sehat juga akan menjadikan hidup menjadi sehat.

”Pada usia 60 tahun biasanya yang sering dikunjungi itu Puskesmas, tetapi anggota PKPB setiap tiga bulan yang dikunjungi silaturahim anggota. Jadi mudah-mudahan tidak lagi ke Puskesmas tetapi tersembuhkan oleh silaturahmi seperti ini,” kata Dr. Purnawan Basundoro disambut tepuk tangan anggota PKPB.

Antusiasme anggota PKPB dalam menyongsong lahirnya AD-ART ini dapat dilihat dari kedisiplinan mereka menepati waktu. Dalam rapat yang dijadwalkan berakhir pukul 17.30 itu, bisa diakhir pada pukul 16.15. Padahal dalam membahas AD-ART, naskah dibaca semua dan dibahas satu pasal demi pasal. Satu hal yang perlu diapresiasi, hanya sedikit saja peserta yang meninggalkan rapat, 95% betah hingga akhir. (*)

Penulis : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).