Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – ”Tahun 2016, saya berhasil menjadi 1st Place-Young Management Researcher Award.” Begitulah cerita pengalaman Erika Sefila Putri. Erika berhasil mengakhiri masa studinya dengan total Indeks Presytasi Komulatif yang sangat membanggakan 3,86. Ia berhasil dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

Di samping itu, Erika membukukan prestasi di bidang lain. Juara I lomba karya tulis bagi peneliti muda yang diadakan di Surabaya menjadi deretan prestasi Erika lainnya.

Erika menulis tesis berjudul Konsentrasi Pasar Perbankan, Modal, Ukuran, dan Pengambilan Risiko Bank. Topik itu dililih karena peran perbankan sangat penting sebagai lembaga intermediasi bagi suatu negara. Menurut Erika, perbankan yang sehat akan mampu menunjang perekonomian dengan lebih baik.

”Topik ini berisi bagaimana kondisi pasar perbankan di Indonesia mampu memengaruhi perilaku pengambilan risiko bank dengan memasukkan peran modal dan ukuran bank,” tambah mahasiswa kelahiran Pasuruan, 14 Juli 1994, tersebut.

Di tengah kesibukan kuliah S2, Erika juga menyempatkan diri menulis paper untuk University Network for Indonesia Infrastructure Development-Simposium I. Selain itu menjadi tutor untuk mahasiswa S1 dengan memberikan pembelajaran ekstra di luar kuliah.

”Perjuangan studi S2 tentu tidak selalu mulus. Saya harus membagi waktu dengan efektif dan efisien untuk tetap menyeimbangkan proses antara belajar dan kegiatan di luar kuliah. Terutama ketika menyusun tesis,” tambahnya.

Namun, terlepas dari semua hambatan itu, Erika tetap menikmati proses perkuliaan S2-nya. Ia dapat belajar dan memperoleh ilmu dengan lebih mendalam. Termasuk bertemu dengan orang-orang baru yang selama perkuliahan memberikan semangat positif dan motivasi.

Terbiasa menjadi tutor saat kuliah, saat ini Erika diminta menjadi asisten dosen di FEB UNAIR. Ke depan, mahasiswa yang pernah menjadi sepuluh wisudawan S1 terbaik FEB UNAIR tersebut berencana melanjutkan karir menjadi dosen. Dan mengambil program-program pengembangan diri.

Perihal tips untuk mahasiswa, kata Erika, tahap penyelesaian perkuliahan adalah belajar dengan ikhlas dan sabar sembari berdoa. Teruslah meminta doa orang tua serta perbanyaklah berbuat baik.

Miaslnya, berbagi ilmu. Sebab, itu tidak akan mengurangi ilmu, tapi justru menambah dan memperbanyak. ”Jangan pernah menyerah untuk menyelesaikan studi. Meski, banyak halangan yang menghadang. Percayalah selalu ada jalan kemudahan setelah melalui banyak kesulitan,” pungkasnya

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone