PSDKU
Mahasiswa FPK PSDKU UNAIR saat berinteraksi dengan warga. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Fisheries Leadership Training (FLT), merupakan program kerja dari Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan PSDKU UNAIR Banyuwangi, yang fokus pada kaderisasi mahasiswa baru Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR Banyuwangi.

“FLT kemarin dilaksanakan selama 4 hari dalam 2 Minggu  dan berisi beberapa kegiatan seperti pengenalan civitas akademik FPK, pengenalan budaya FPK, observasi lapang dan tracking, namun kegiatan yang paling kami unggulkan yaitu observasi lapang,” tutur Hilmy Maulana, ketua FLT 2018.

Obervasi lapang yang dilaksanakan Sabtu (8/9), merupakan kegiatan unggulan yang diberikan panitia FLT kepada maba FPK. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Kampunganyar, Banyuwangi. Kegiatan itu, imbuhnya, bertujuan untuk membuka pola pikir, kepekaan, kepedulian, dan mengajak mahasiswa baru untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada di masyarakat.

Teknis pelaksanakan obervasi lapang yaitu, mahasiswa baru bertugas mencari rumah warga kurang mampu di Desa Kampunganyar yang telah disiapkan oleh panitia. Kemudian mahasiswa baru ditugaskan untuk mengumpulkan data terkait permasalahan sosial pada warga tersebut melalui metode wawancara, dan terakhir mahasiswa baru dituntut untuk menganalisis data hasil observasi lapang yang sudah didapatkan untuk ditemukan solusi dan wajib dipresentasikan di depan pihak pemerintah desa Kampunganyar dan dosen FPK PSDKU.

“Kegiatan observasi ke masyarakat secara langsung dan dilaksanakan oleh mahasiswa baru memang berisiko tinggi, namun sebagai mahasiswa sudah kewajiban kami untuk nantinya kembali ke masyarakat, jadi sejak dini kami menerjunkan mahasiswa baru ke masyarakat untuk memberikan solusi terhadap beberapa permasalahan mereka (masyarakat), tapi kami sebagai kakak tingkat tetap mendampingi mereka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuh Hilmy.

Pemilihan tempat di Desa Kampunganyar bukanlah tanpa alasan, meskipun desa tersebut tidak berbasis perikanan, tetapi desa tersebut merupakan salah satu desa di kabupaten Banyuwangi yang berpotensi besar di bidang perikanan tawar, karena pasokan air bersih yang sangat melimpah.

“Oleh karena itu, saya berharap dan juga sudah menekankan ke mahasiswa baru, bahwa solusi yang mereka tawarkan terhadap permasalahan yang ada di masyarakat Desa Kampunganyar, sebaiknya tetap berhubungan dengan bidang mereka, yaitu perikanan, dan alhamdulillah jika sektor perikanan berhasil diterapkan di desa ini,” pungkas mahasiswa FPK angkatan 2017 tersebut.

 

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone