AHMA
Direktur RS UNAIR Prof. Nasron (tiga dari kiri) bersama Wakil Rektor IV UNAIR Junaidi Khotib (empat dari kiri) dan beberapa jajaran manajemen RS UNAIR saat menerima penghargaan pada ajang AHMA 2018 Thailand. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR) mendapatkan penghargaan bergengsi tingkat asia. Penghargaan itu didapat dalam ajang Asian Hospital Management Award (AHMA) yang dilangsungkan di Bangkok, Thailand pada 13-14 September 2018.

Mengenai capaian yang membanggakan  itu, Direktur RSUA Prof. Dr. Nasronudin,Sp.PD.,KPTI-FINASIM., mengatakan bahwa tim dari Indonesia, khususnya RS UNAIR memenangkan tiga kategori penghargaan. Ialah Excellence Award kategori CEO of The Year, kategori Innovation to Hospital Management, dan Kategori Penampilan Busana Terbaik. Mengenai penampilan busana tebaik, tujuh pemenang terbaik empat diantaranya merupakan tim dari RS UNAIR.

Selanjutnya, Prof. Nasron juga mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan sebuah langkah bagus untuk menentukan langkah bersama dalam mengikuti desrupsi teknologi yang begitu pesat. Saat ini, imbuhnya, dunia telah sampai pada revolusi industri 4.0 yang semua serba digital dalam penerapan kinerja rumah sakit.

Dalam ajang bergengsi itu, tambahnya, RS UNAIR harus bersaing dengan berbagai rumah sakit di asia yang memiliki kualitas yang sudah bagus. Rata-rata, rumah sakit di asia sudah menerapkan artfisial intelejen, robotik, serba internet, dan teknologi nano serta bio.

“Pada malam pemberian penghargaan, rata-rata rumah sakit di Indonesia masih kalah bersaing. Namun Alhamdulillah RS UNAIR meski baru pertama tampil tapi sudah bisa meraih tiga penghargaan,” ungkap Prof. Nasron.

Tercatat, pada ajang tersebut dihadiri oleh 1200 peserta dari sepuluh negara. Dari ribuan peserta itu, jelas Prof. Nasron, ada 614 yang mengikuti Hospital Management Award. Kemudian, disaring menjadi 40 besar untuk mendapat penghargaan pada malam penganugerahan.

“Syukur, meski RS UNAIR masih belia, saat ini bisa diperhitungkan di kancah dunia,” imbuhnya.

Pada akhir, saat ditanya mengenai langkah ke depan, Prof. Nasron mengatakan bahwa ke depan RS UNAIR akan terus melakukan pembenahan. Seperti perbaikan disemua lini, merealisasi RS UNAIR sebagai Smart Hospital, mengembangkan inovasi dan teknologi canggih.

“Dan tentunya tetap mempertahankan Humanity dan Human Touch serta Religius,” pungkasnya.

 

Penulis:Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone