Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Tidak semua orang bisa menjalani antara kuliah dan bekerja dalam waktu yang bersamaan. Konsekuensi yang tak pernah mudah membuat salah satunya kadang harus dikorbankan. Tapi meski begitu, kedua hal ini bukan tidak mungkin bisa dilakukan bersama.

Zaenal Abidin membuktikannya dengan meraih predikat wisudawan terbaik jenjang S2 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga periode September 2018. Dalam wisuda kali ini, wisudawan yang akrab disapa Zaenal itu memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,87.

Wisudawan yang juga menjadi ners (perawat) dan Kepala Ruangan di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) tersebut mengatakan, jika pada saat menempuh kuliah S2 di FKp tidak mengalami hambatan yang berarti, dia hanya perlu menyesuaikan pembagian waktu antara kuliah, mengatur rumah tangga, dan bekerja.

“Perjuangan saya adalah baru bisa belajar dan mengerjakan tugas kuliah di atas jam sembilan malam setelah anak-anak saya tidur. Selain itu saya sering begadang untuk mengerjakan revisi tesis, itu semua saya lakukan dengan senang hati,” terang wisudawan yang pernah Student Exchange ke Naresuan University Thailand tersebut.

Dalam tesisnya, wisudawan kelahiran Probolinggo, 29 Agustus 1986 tersebut membuat judul “Health Education dengan pendekatan Social Media Reminder dan Audiovisual terhadap kepatuhan dan kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya”. Ia membahas topik tentang peningkatan kepatuhan pasien yang mengalami penyakit diabetes mellitus yang ada di masyarakat.

Rencana setelah kuliah S2, dia hendak menggunakan ilmu yg telah ia dapat untuk meningkatkan derajat kesehatan pasiennya.

“Dan kalau Allah mengizinkan saya untuk lanjut kuliah S3 (program doktoral), saya akan melakukannya,” tandasnya.

Dalam hidupnya, menjadikan diri bermanfaat bagi orang lain dengan disertai giat belajar adalah tujuan terbesarnya. Pasalnya, ia memiliki motto hidup harus bermanfaat.

“Hal itu saya lakukan dengan melalui proses belajar, belajar, dan menjadi lebih baik dalam kehidupan ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fariz Ilham Rosyidi

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone