Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mengangkat tema tentang “Hubungan Spiritual Support dengan Kecemasan dan Adaptasi Spiritual Ibu Hamil di RSIA Cempaka Putih Permata Surabaya” mebawa Miladina Nahar menjadi wisudawan terbaik Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR, periode September 2018 dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,72.

Perempuan kelahiran Tuban 22 tahun silam tersebut, mengulas hubungan dukungan spiritual terhadap tingkat kecemasan dan adaptasi spiritual wanita selama masa kehamilan.

“Saya tertarik untuk mengambil topik tersebut karena selama ini pelayanan kesehatan untuk ibu hamil masih berfokus pada kesehatan fisik ibu hamil saja, aspek psikologis dan spiritual belum begitu mendapat perhatian, padahal didalam keperawatan, kami memandang manusia sebagai makhluk holistic yang tersusun atas aspek biologis-psikologis-sosial-spiritual”, jelasnya.

Tak hanya membanggakan dalam bidang akademik, perempuan yang hobi bernyanyi ini juga terkenal aktif diberbagai organiasi. Diantaranya BEM Fakultas Keperawatan periode 2015, 2016, dan 2017, Paduan Suara FKp (NEVO), dan Seni Tari FKp (SANTANA).  Selain itu, ia juga berprestasi dibidang non akademik seperti First Champion on Choir Competition di Universitas Jember 2013, First Champion on Vocal Group Competition di Universitas Padjajaran 2015.

Mampu lulus tepat waktu dan mendapat gelar wisudawan terbaik merupakan titik akhir dari kegigihkan Miladina. Bagaimana tidak, ia menjalani masa kuliah yang banyak menguras fisik dan psikis.

“Cukup banyak kegiatan yang harus saya dan teman-teman ikuti, ditambah lagi saya harus Pulang Pergi Sidoarjo-Surabaya selama kuliah. Saya juga pernah mendapat hasil yang kurang sesuai dalam nilai akademik, tapi saya berusaha untuk menutup celah itu dengan mengusahakan nilai yang lainnya” kenang alumnus SMAN 1 Sidoarjo itu.

Pada akhir, ia berpesan untuk adik-adik dan teman-teman yang sedang menempuh studi di FKp UNAIR bahwa banyak tantangan untuk berkuliah di FKp. Namun, ibaginya, semua harus dihadapi dan terus mencari motivasi yang mampu mengalahkan beban itu semua.

“Jangan takut untuk mengembangkan dan mencari pengalaman di bidang non-akademik seperti mengikuti organisasi baik di dalam maupun di luar kampus. Selama semuanya menagndung unsur yang positif, itu akan menjadi nilai plus untuk teman-teman. Karena dari sanalah kita juga bisa belajar bagaimana manajemen diri yang baik,” pungkasnya. (*)

Penulis: Wiwik Eryanti Ningrum

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone