PEMENANG Youth Science Paper Competition 2018, juara I Universitas Kristen Maranatha Bandung, juara II Universitas Negeri Malang, dan juara III dari Universitas Indonesia. (Foto: Panitia)
PEMENANG Youth Science Paper Competition 2018, juara I Universitas Kristen Maranatha Bandung, juara II Universitas Negeri Malang, dan juara III dari Universitas Indonesia. (Foto: Panitia)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi sukses menyelenggarakan kegiatan kompetisi paper ilmiah atau lebih dikenal dengan YSPC (Youth Science Paper Competition) 2018 pada Minggu (2/9). Perlombaan itu mengambil tema ”Digital of Economic”.

YSPC merupakan salah satu program kerja unggulan HMA PSDKU UNAIR di Banyuwangi. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa setingkat D3 dan S1 nasional.

Tujuan kegiatan itu adalah menjadi ajang kompetisi antar-universitas sekaligus wadah untuk menuangkan ide kreatif mahasiswa Indonesia di bidang perekonomian. Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan YSPC.

Menurut Sulistyo Primadani, ketua HMA PSDKU UNAIR 2018, ekonomi digital merupakan suatu hal yang kompleks dan merupakan fenomena yang baru muncul terkait dengan aspek-aspek ekonomi mikro, ekonomi makro, dan teori organisasi dan administrasi. Ekonomi digital akan menjelaskan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi beberapa dekade yang akan datang.

”Ekonomi digital memiliki banyak sub-sektor yang dapat memperluas ruang para mahasiswa yang ingin mengkaji bahasan ini melalui media karya tulis ilmiah. Karena itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah ide dan gagasan baru mengenai ekonomi digital dari mahasiswa di seluruh Indonesia,” lanjutnya

Sub-tema yang dikompetisikan, antara lain, mengenai Business and Economy; Information and Technology; Social and Culture; Hospitality; serta Tourism. Serangkaian tahap seleksi telah dilaksanakan dimulai pendaftaran hingga pelaksanaan field trip.

Seleksi dimulai pada Senin(9/4) hingga pengumuman lolos sepuluh besar pada Rabu (1/8). Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi sepuluh besar yang lolos full paper pada Sabtu (1/9) dan pelaksanaan field trip pada Minggu(2/9) kemarin.

Sementara itu, Sischa Dwiyanto, ketua pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa peserta presentasi full paper adalah sepuluh tim mahasiswa dari beberapa universitas di Indonesia. Setiap tim terdiri atas 2–3 orang. Peserta skor paper tertinggi diundang ke PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi untuk presentasi.

”Juara I diraih tim dari Universitas Kristen Maranatha Bandung. Juara II, yaitu Universitas Negeri Malang dan juara III dari Universitas Indonesia,” lanjutnya.

Sebelumnya, Jumat (31/8) sepuluh besar finalis YSPC diundang ke kampus PSDKU UNAIR  Banyuwangi untuk mengikuti technical meeting. Mereka membahas ketentuan selama presentasi, ketika presentasi berlangsung didapatkan tiga juara berdasar murni penilaian dari dewan juri.

”Untuk field trip, kami menawarkan kunjungan wisata ke Pulau merah dan kawasan wisata de-Djawatan di Kabupaten Banyuwangi. Kemudian, para finalis diajak berkeliling ke Osing Deles, salah satu pusat oleh-oleh di Banyuwangi. Kepesertaannya tidak wajib, jadi para finalis boleh ikut boleh tidak,” ungkap Sischa.

Tak tanggung-tanggung, HMA menawarkan hadiah berupa tropi dan uang pembinaan. Hadiah lomba paper competition YSPC, juara I mendapatkan sertifikat, trophy , dan uang tunai 2 juta. Juara II mendapat sertifikat, Trophy, 1,5 juta. Dan, juara III mendapatkan sertifikat, trophy, 1 juta.

”Semua peserta mendapatkan sertifikat,” ujar Sischa.

”Harapannya dengan dilaksanakannya kegiatan semacam itu, mahasiswa bisa lebih bersemangat dalam berkarya dan mengasah kemampuannya di bidang kepenulisan,” imbuhnya. (*)

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone