TUTUT Aprilliana saat wisuda pada Sabtu (8/9) di Airlangga Convention Center (ACC),Kampus C, Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)
TUTUT Aprilliana saat wisuda pada Sabtu (8/9) di Airlangga Convention Center (ACC),Kampus C, Universitas Airlangga. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi menorehkan prestasi yang membanggakan pada Sabtu (8/9). Mahasiswa bernama lengkap Tutu Apriliana meraih predikat wisudawan terbaik se-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga. Tepatnya masuk nominasi sepuluh lulusan terbaik FEB dan berhasil menempati peringkat kedua. Dia berhasil membukukan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,9 dan nilai SKP (sistem kredit prestasi) mencapai 863 poin.

Saat ditemui tim UNAIR NEWS, Tutut mengakui meraih gelar wisudawan terbaik tentu butuh  proses yang tidak bisa instan begitu saja. Sejak awal menjadi mahasiswa baru, dia sudah bertujuan bisa menjadi wisudawan terbaik. Berbagai persiapan yang matang agar bisa meraihnya dilakukan.

”Di samping nilai akademis, saya juga aktif mengikuti kegiatan organisasi. Mulai Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA), Keluarga mahasiswa (KM), hingga organisasi eksternal kampus HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Dan, untuk menambah SKP, saya sering mengikuti kegiatan konferensi, baik nasional maupun Internasional,” jelasnya.

Selama melangkah, pasti ada halang rintangan yang harus dilewati. Salah satunya, problem saat menempuh skripsi yang dialami Tutut.

”Dosen pembimbing saya lumayan killer dan perfect banget. Pengalaman paling berat bagi saya selama kuliah, ya menempuh skripsi ini,” ungkapnya.

”Luar biasa memang. Selama semester VII itu, saya sudah lima kali ganti topik dan yang kelima itulah yang akhirnya baru disetujui dosen. Padahal, teman-teman saya yang sejurusan di Banyuwangi sudah hampir selesai skripsinya di semester VII,” imbuh mahasiswa kelahiran Bojonegoro tersebut.

Topik yang disetujui tersebut tergolong baru. Jadi, dibutuhkan cukup banyak referensi dan data primer. Selain itu, penelitian tersebut mengharuskan Tutut mengambil data di 24 kecamatan di Banyuwangi.

”Bayangkan saja, mulai Pesanggaran sampai Wongsorejo, saya harus berkeliling mengambil data. Sampelnya 63 desa menyebar di 24 kecamatan ini,” ucapnya.

”Beban yang paling berat buat saya ya, menyusun skripsi ini. Sebab, bagi saya, skripsi ini jauh lebih berat dibanding selama kuliah,” tambahnya.

”Motivasi saya sederhana. Saya ingin membanggakan orang tua. Saya kuliah sudah dibiayai negara dari Bidikmisi. Saya juga berasal dari keluarga sederhana. Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan tidaklah menghambat seseorang untuk berprestasi. Dan, tidak menghambat kita untuk membanggakan orang tua selama kita berusaha,” tutur mahasiswa yang hobi traveling itu.

Tutut berharap adik-adik akuntasi PSDKU UNAIR di Banyuwangi terus bersemangat. Termasuk menumbuhkan sikap berjuang dan berusaha keras untuk mengukir prestasi. Perbedaan tempat UNAIR di Surabaya dan di Banyuwangi tidak dijadikan masalah untuk rendah diri atau minder.

”Tipsnya untuk bisa meraih peringkat sepuluh besar wisudawan terbaik fakultas, pertahanin IPK jangan sampai turun. Kalau bisa semaksimal mungkin belajar terus harus seimbang antara kegiatan akademik dan softskill leadership-nya di organisasi. Sebab, dari organisasi, kita bakal punya banyak relasi dan meningkatkan pengalaman,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Program Studi Akuntansi PSDKU UNAIR di Banyuwangi A. A. Gede Satia Utama, SE., M.Si., Ak., mengaku menjadi kebanggan sivitas Akademik PSDKU karena salah seorang wisudawan terbaik FEB berasal dari prodi Akuntansi UNAIR di Banyuwangi. Khususnya yang merupakan lulusan pertama sejak berdirinya Prodi S1 Akuntansi UNAIR di Banyuwangi.

”Saya berharap, baik Tutut maupun wisudawan akuntasi lainnya dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah di masyarakat. Berguna bagi bangsa dan Negara. Dan dapat terus memberikan kontribusi serta inovasi bagi kemajuan almamater, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Agung. (*)

 

Penulis: Siti Mufaidah

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone