Desain: Feri Fenoria Rifai
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Selama menjalani perkuliahan S1 di FKM, Airin Levina, mengaku lebih aktif mengikuti kegiatan diluar kampus. Terlebih, kegiatan bertajuk pengabdian masyarakat. Setidaknya terdapat tujuh kegiatan pengabdian ditingkat universitas hingga tingkat nasional yang telah dilakukan oleh wisudawan dengan IPK 3,89 tersebut selama menjalani kuliah S1.

Perempuan kelahiran Banyuwangi, 21 Maret 1996 tersebut mengaku, dengan ikut melakukan pengabdian maka akan terjadi integrasi antara ilmu yang dia pelajari dan aplikasinya kepada masyarakat. Sehingga, tidak hanya memperoleh IPK tinggi, namun juga dapat mengaplikasikan dan membagikannya kepada masyarakat.

“Dan ketika mengikuti pengabdian masyarakat, selain mendapatkan kesempatan besar untuk terlibat aktif dalam masyarakat dan komunitas, juga untuk mengembangkan softskill yang saya miliki,” jelasnya.

Sebagai mahasiswa program studi ilmu gizi di FKM, Airin dalam memutuskan untuk membuat skripsi dengan judul Kebiasaan Makan, Kecukupan Zat Gizi, dan Status Gizi Mahasiswa Asing di Surabaya. Topik tersebut berkaitan dengan mata kuliah Penentuan Status Gizi, Gizi Dewasa, Gizi Migran, dan Antropologi Gizi.

Penelitian kepada mahasiswa asing tersebut jarang diambil oleh mahasiswa gizi, oleh karena itu Airin menjadi ingin tau lebih lanjut terkait topik itu. Selain itu, topik yang dipilih olehnya juga mendukung salah satu ciri khas dari S1 Gizi FKM UNAIR, yaitu mengenai Gizi Perkotaan.

Perjalanan Airin untuk dapat menyelesaikan studi tepat waktu juga tidak berjalan mulus begitu saja. Terdapat beberapa hambatan, khususnya khususnya saat mngerjakan skripsi seperti ketika responden mahasiswa asing yang kurang karena berbagai hambatan seperti sedang ujian dan susah ditemui.

“Adanya teror bom beberapa waktu lalu yang membuat beberapa mahasiswa asing kembali ke negara asalnya hingga menunggu LOA dari artikel yg di publish di jurnal sebagai syarat yudisium,” ungkapnya.

Saat ini, Airin mendapat kesempatan untuk tetap berada di kampus untuk menjadi asisten dosen, membantu mengerjakan proyek penelitian. Juga tengah mencoba coba untuk menulis beberapa variabel dari skripsi yang dia tulis untuk dapat menjadi artikel yang kemudian dipublikasikan sehingga bermanfaat. Dalam beberapa kesempatan, dirinya juga mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara di Persekutuan Mahasiswa Kristen.

“Selain itu, saat ini saya juga sedang prepare untuk oral presentation di conference bulan Oktober nanti,” terang Airin. (*)

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone